![]() |
| (foto/istimewa) |
Dimensintb.com, Mataram – Dinamika menuju pemilihan Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI NTB 2025 semakin memanas. Namun di tengah kompetisi gagasan dan tarik-menarik dukungan, nama Ali Usman Ahim tampil mencuri perhatian publik sepak bola NTB. Dirinya membawa visi besar dan terukur untuk mendorong transformasi sepak bola daerah hingga ke panggung nasional.
Tokoh muda dengan rekam jejak panjang di dunia organisasi dan politik ini menegaskan bahwa keputusannya maju bukan didorong kepentingan politik, melainkan panggilan untuk menjawab kegelisahan banyak pihak terkait stagnasi pembinaan sepak bola NTB selama ini.
Potensi Besar, Manajemen Lemah
Menurut Ali, NTB memiliki talenta pesepak bola muda yang sangat melimpah, namun pengelolaannya belum ditata secara profesional dan berkesinambungan.
“Pembinaan adalah pondasi. Tanpa pondasi, kita hanya membangun mimpi. NTB butuh banyak SSB yang aktif, berkualitas, dan didukung infrastruktur latihan yang memadai,” ujar Ali.
Ia menilai akar persoalan sepak bola NTB bukan pada minimnya minat atau pemain berbakat, tetapi lemahnya tata kelola dan pola kompetisi yang tidak konsisten.
“Kita harus akhiri cara kerja sporadis. Sepak bola tidak bisa berjalan hanya dengan semangat; ia membutuhkan struktur,” tegasnya.
Program Transformasi Sepak Bola NTB
Jika dipercaya memimpin, Ali menyiapkan serangkaian langkah nyata untuk membangun ekosistem pembinaan yang terukur:
Program Utama Ali Usman Ahim
Memperkuat dan memeratakan SSB di semua kabupaten/kota di NTB
Menata kembali kompetisi lokal agar rutin, terjadwal, dan menjadi jalur scouting resmi
Meningkatkan kualitas perangkat pertandingan melalui pelatihan dan sertifikasi
Mewujudkan tata kelola organisasi yang transparan, profesional, dan bebas kepentingan sempit
Selain pembinaan teknis, Ali juga menegaskan pentingnya memanfaatkan peluang ekonomi dan teknologi untuk membangun industri sepak bola.
Target Berani: Klub NTB Masuk Liga 2 Tahun 2027
Ali menegaskan bahwa pengurus baru harus bekerja dengan indikator keberhasilan yang jelas.
“Kalau kompetisi kuat, bibit tumbuh, dan organisasi jujur bekerja, mustahil kita tidak bisa masuk Liga 2. NTB punya semuanya, yang kurang hanya kemauan untuk menata,” ucapnya optimistis.
Didukung Mayoritas Pemilik Suara Lombok
Dukungan dari pemilik suara (voters) di Pulau Lombok menjadi sinyal bahwa gagasan Ali diterima sebagai solusi baru untuk memajukan sepak bola NTB. Meski demikian, ia menegaskan perubahan harus melibatkan semua pihak:
“Perubahan tidak boleh ditopang elite saja, tetapi harus lahir dari partisipasi masyarakat sepak bola, pelatih, SSB, klub, hingga suporter," katanya
Era Digital dan Road to Business
Ali menegaskan bahwa sepak bola modern harus dibangun sebagai industri yang profesional dan produktif.
“PSSI NTB harus punya platform digital untuk pemasaran dan pendataan pemain muda. Sepak bola NTB harus road to business dengan dukungan publik dan pengusaha, yang bisa diakses secara adil oleh semua klub,” tegasnya.
Momentum Era Baru Sepak Bola NTB
Dengan visi kuat, strategi konkret, dan keberanian memasang target besar, langkah Ali Usman Ahim dipandang sebagai momentum menuju kelahiran era baru sepak bola NTB—lebih profesional, kompetitif, dan berdaya saing nasional.(*)

Comments
Post a Comment