Rapat koordinasi Kepala SPPG se-Kecamatan Masbagik dengan dihadiri Forkopimcam. Terkiat sinkronisasi data penerima manfaat bersama dengan mitra MBG.

Dimensintb.com, Lombok Timur – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi mitra Badan Gizi Nasional (BGN) di Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, menggelar rapat koordinasi (Rakor) dalam rangka sinkronisasi data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rakor yang berlangsung di Aula Kantor Camat Masbagik, Selasa (27/1), dihadiri oleh Camat Masbagik, Kapolsek Masbagik, Danramil Masbagik, Kanit UPTD Dikbud Kecamatan Masbagik, mitra BGN selaku pemilik dapur MBG, perwakilan sekolah, serta seluruh Kepala SPPG se-Kecamatan Masbagik.

Koordinator Kecamatan Masbagik, Candra Pratama, mengatakan rakor ini menjadi langkah penting untuk menyelaraskan data penerima manfaat seiring rencana penambahan jumlah SPPG yang akan beroperasi di wilayah tersebut.

“Rakor ini kita lakukan untuk sinkronisasi data penerima manfaat. Ini penting karena ke depan akan ada penambahan jumlah SPPG yang beroperasi di Kecamatan Masbagik,” ujarnya.

Saat ini, kata Candra, terdapat 16 SPPG yang sudah beroperasi dengan jumlah penerima manfaat sekitar 2.800 orang. Selain itu, dua SPPG akan segera beroperasi dalam waktu dekat, sementara empat lainnya masih dalam tahap pembangunan. Jika seluruhnya telah beroperasi, maka total SPPG di Masbagik akan mencapai 22 titik.

“Kita sering-sering menyampaikan permakluman kepada mitra agar tidak terjadi kesalahpahaman, karena nantinya titik SPPG di Masbagik berjumlah 22,” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah seluruh SPPG beroperasi, akan dilakukan pemerataan penerima manfaat di masing-masing dapur MBG. Diperkirakan setiap SPPG akan melayani sekitar 1.700 penerima manfaat.

“Permakluman ini penting agar para mitra BGN tidak terkejut terkait perubahan jumlah penerima manfaat,” tegas Candra.

Sementara itu, Camat Masbagik, Agus Safandi, menyambut baik pelaksanaan rakor tersebut. Menurutnya, Program MBG merupakan program prioritas nasional yang harus didukung dan dikawal bersama oleh seluruh unsur terkait.

“Rakor ini kita lakukan untuk menerima informasi dan mencegah persoalan-persoalan yang tidak kita inginkan di lapangan. Termasuk soal pembagian dan pemerataan data penerima manfaat,” katanya.

Agus juga menekankan agar pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai dengan tujuan utamanya, terutama dalam hal ketepatan sasaran dan kualitas menu yang disajikan.

“Kami minta program ini tepat sasaran dan menu yang disajikan benar-benar memiliki nilai gizi. Ini penting agar tujuan program bisa tercapai,” tandasnya.

Di sisi lain, salah satu pemilik dapur MBG sekaligus mitra BGN, Bagun Arya, berharap pembagian data penerima manfaat mempertimbangkan keberadaan mitra yang telah lebih dulu beroperasi.

Ia mengusulkan agar dapur MBG yang baru beroperasi diberikan jumlah penerima manfaat secara bertahap.

“Untuk dapur MBG yang baru running, sebaiknya jumlah penerima manfaatnya bertahap. Kami yang sudah lama beroperasi jangan langsung disamakan dengan dapur yang baru,” pungkasnya.(*)