![]() |
| dok/dimensintb.com |
Dimensintb.com, Lombok Timur -Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kecamatan Jerowaru–Keruak (HPM KJK) menggelar dialog diskusi publik bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Kabupaten Lombok Timur, H. Mustofa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah, khususnya dalam pembinaan politik dalam negeri dan penguatan peran generasi muda.
Dalam kegiatan sebelumnya, Wakil Bupati Lombok Timur, H. M. Edwin Hadiwijaya, menegaskan harapannya agar organisasi pelajar dan mahasiswa mampu menjadi lokomotif perubahan sosial yang memberikan dampak positif dan nyata bagi masyarakat, terutama di wilayah Jerowaru dan Keruak.
Harapan tersebut disampaikan saat Wakil Bupati menghadiri kegiatan silaturahmi dan dialog bersama HPM KJK. Ia tekankan bahwa mahasiswa harus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pengamat, tetapi juga sebagai bagian dari solusi atas berbagai problematika sosial.
“Mahasiswa memiliki amanat moral dan intelektual dari dunia pendidikan. Karena itu, mereka dituntut mampu melahirkan nilai-nilai positif dan kebermanfaatan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar seluruh program kerja HPM KJK dapat diselaraskan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Menurutnya, sinkronisasi ini penting agar gerakan organisasi kepemudaan tidak berjalan sendiri, melainkan mampu memperkuat agenda pembangunan daerah.
Sementara dalam kegiatan diskusi publik yang digelar di kawasan Pantai Sepolong, Kecamatan Labuhan Haji, tersebut mengangkat tema “Peran Anak Muda dalam Mengawal Pemkab Menuju Lotim SMART.” Forum ini menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus refleksi atas peran strategis generasi muda dalam pembangunan daerah, khususnya di Jerowaru dan Keruak.
Mengawali diskusi, perwakilan HPM KJK menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah progresif anak muda untuk mengoptimalkan peran dan fungsi pemuda sebagai garda terdepan dalam menjaga harkat dan martabat masyarakat Jerowaru–Keruak.
“Kami tidak ingin hanya menjadi penonton. Anak muda harus terlibat aktif dalam proses pembangunan sekaligus pengawasan terhadap kebijakan publik,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bakesbangpoldagri Lombok Timur, H. Mustofa, menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai agent of social control dalam mengawal jalannya pemerintahan. Ia menilai setiap kebijakan publik harus dikritisi secara konstruktif agar benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Anak muda harus menjaga nalar kritisnya, mampu menganalisis kebijakan, dan memastikan keputusan pemerintah memberi manfaat bagi kemaslahatan masyarakat Lombok Timur,” ujarnya.
Lebih lanjut, H. Mustofa menegaskan bahwa pemuda merupakan garda muda sekaligus penerus estafet kepemimpinan di masa depan. Oleh karena itu, pembinaan politik dalam negeri tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman demokrasi, tetapi juga membentuk karakter pemuda yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan memiliki kepedulian sosial.
Diskusi publik ini diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan, sekaligus mempertegas komitmen anak muda Jerowaru–Keruak untuk terlibat aktif dalam mewujudkan Lombok Timur yang cerdas, partisipatif, dan berdaya saing menuju Lotim SMART. (*)

Comments
Post a Comment