![]() |
| Forum PPPK paruh waktu sersmi terbentuk. Pembentukan forum ini berlangsung di Gedung Juang Selong pada Rabu (28/1). |
Dimensintb.com, Lombok Timur - Forum Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lombok Timur (Lotim) resmi dibentuk.
Pembentukan forum ini berlangsung di Gedung Juang Selong pada Rabu (28/1), dihadiri ratusan perwakilan PPPK paruh waktu dari berbagai sektor, mulai dari guru, tenaga kesehatan, hingga tenaga teknis yang tersebar di seluruh wilayah Lombok Timur.
Dalam pertemuan tersebut, peserta sepakat membentuk kepengurusan inti sebagai langkah awal penguatan organisasi. Secara demokratis, forum memilih ketua, sekretaris, dan bendahara guna memastikan setiap program, langkah, dan perjuangan dapat terkoordinasi dengan baik serta tidak berjalan sendiri-sendiri.
Bambang yang terpilih sebagai Ketua Forum PPPK Paruh Waktu Lintas OPD di Lotim sampaikan bahwa pembentukan forum ini merupakan kebutuhan bersama. Forum bukan sekadar sarana silaturahmi, tetapi juga wadah perjuangan kolektif dalam memperjuangkan hak dan masa depan PPPK paruh waktu.
“Forum ini dibentuk agar kita bisa menjalin silaturahmi dengan semua rekan-rekan, baik dari unsur guru, tenaga kesehatan, maupun tenaga teknis. Setiap langkah yang kita lakukan harus terorganisir dengan baik karena kita membawa misi perjuangan bersama, khususnya dalam proses peralihan dari PPPK paruh waktu menjadi PPPK,” ujarnya.
Ia menegaskan, dengan bersatu dalam satu forum, suara PPPK paruh waktu akan semakin kuat dan terarah sehingga aspirasi yang disampaikan dapat diperjuangkan secara kolektif dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Ketua GTKN, Sunarno, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan dukungannya terhadap pembentukan forum PPPK paruh waktu lintas OPD. Ia mengajak seluruh anggota forum untuk senantiasa menjaga kebersamaan, soliditas, dan kondusivitas dalam perjuangan.
Sunarno mengingatkan agar forum tidak mudah terpecah oleh isu-isu yang dapat memicu perpecahan. Menurutnya, dinamika seperti fitnah dan isu tidak bertanggung jawab merupakan hal yang lumrah dalam sebuah perjuangan.
“Yang terpenting, kita semua tetap berada di jalan yang benar, jangan pernah mundur. Mari kita jaga kebersamaan, tetap aman-aman, dan selalu menjaga kondusivitas,” tegasnya.

Comments
Post a Comment