Ilustrasi menu MBG.

Dimensintb.com, Lombok Timur - Puluhan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, dilaporkan mengalami mencret usai menyantap menu MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lotim-Ketangga pada Senin (26/1).

Keluhan tersebut dialami oleh guru dan siswa di sejumlah sekolah. Salah seorang guru di sekolah swasta Desa Ketangga, Uhiruddin, mengaku mengalami mencret sejak mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada hari tersebut.

“Kebanyakan guru mengalami mencret, termasuk saya. Dari kemarin sampai hari ini masih mencret,” ujar Uhiruddin saat dihubungi, Selasa (27/1).

Ia menuturkan, keluhan serupa juga dialami oleh para siswa. Menurut laporan yang diterimanya, sejumlah siswa mulai mengeluhkan mencret sejak Senin.

“Bukan hanya guru, anak-anak juga mengalami hal yang sama. Untuk siswa MI ada yang mencret, sementara untuk siswa MTs saya belum tahu pasti,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Lotim-Ketangga, Umar Aderisto, membenarkan adanya laporan puluhan siswa dan guru yang mengalami sakit perut dan mencret. Namun ia menegaskan bahwa menu MBG yang disalurkan tidak dalam kondisi basi dan masih layak konsumsi.

“Kalau menunya tidak basi. Memang menu yang kami berikan berbentuk kuah, tetapi menurut keterangan ahli gizi kami, bisa jadi penyesuaian menu dengan kondisi tubuh penerima tidak cocok, apalagi saat musim hujan,” terang Umar.

Ia mengakui akibat kejadian tersebut banyak penerima manfaat mengalami sakit perut dan mencret. Meski demikian, ia memastikan tidak ada siswa maupun guru yang sampai dilarikan ke Puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

“Tidak ada yang dirawat di Puskesmas. Kami juga belum bisa memastikan apakah keluhan ini murni karena menu MBG atau dipengaruhi oleh makanan lain yang dikonsumsi,” ujarnya.

Umar menambahkan, hingga saat ini keluhan baru dilaporkan berasal dari empat sekolah. Namun pihaknya belum mengetahui secara pasti jumlah siswa dan guru yang terdampak.

“Untuk jumlah pastinya kami belum tahu. Yang jelas, keluhan datang dari empat sekolah dan mayoritas dialami oleh anak-anak,” katanya.

Meski demikian, Umar optimistis kondisi para penerima manfaat akan segera membaik. Pihak SPPG Lotim-Ketangga juga berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh atas kejadian tersebut.

“Ini menjadi bahan evaluasi kami. Insyaallah guru dan anak-anak yang mengalami sakit perut hari ini akan sembuh besok,” pungkasnya.(*)