Dimensintb.com, Lombok Timur – Tiga gadis belia yang masih berstatus pelajar asal Kecamatan Sikur, Lombok Timur, masing-masing berinisial ST, CL, dan PT, diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh sejumlah pria di salah satu kafe di wilayah Kecamatan Sukamulia saat malam pergantian tahun, Kamis dini hari (1/1).
Dari ketiga korban, baru satu orang berinisial ST yang secara resmi melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Laporan dilakukan setelah korban mengaku tidak terima atas perbuatan yang dialaminya dan menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, ketiga korban awalnya berada di lokasi kejadian sebagai pekerja penuang minuman (bartender). Dalam situasi tersebut, korban diduga diberikan minuman keras hingga mengalami mabuk berat. Diduga pada saat korban dalam kondisi tidak sadar, sejumlah pria melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap korban ST, yang bahkan meninggalkan bekas di bagian leher korban.
Pasca kejadian, korban bersama dua temannya meninggalkan lokasi dan sempat bersembunyi di rumah seorang teman laki-laki di wilayah Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur. Mereka diketahui pergi meninggalkan rumah sejak 29 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.
Korban akhirnya ditemukan oleh keluarga temannya di wilayah Lendang Nangka, sebelum kemudian diantarkan kembali ke rumah masing-masing.
Diketahui, saat meninggalkan rumah pada Senin siang (29/12), korban berpamitan kepada orang tuanya dengan alasan hendak mengikuti kegiatan mengaji. Namun, korban justru dijemput oleh temannya dan dibawa ke rumah teman laki-laki tersebut, lalu tinggal di sana selama beberapa hari.
Sementara itu, Kapolsek Sikur melalui Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nicolas Oesman, membenarkan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana tersebut.
“Benar, laporan sudah kami terima dan saat ini sedang ditangani oleh Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Lombok Timur. Dari tiga orang yang diduga menjadi korban, baru satu orang yang melapor,” tegas AKP Nicolas.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman kasus dan membuka peluang bagi korban lainnya untuk melapor guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.(*)

Comments
Post a Comment