(foto/istimewa)

Dimensintb.com, Lombok Timur – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tiga Sama Ridho Birridho Lenek 002 menggelar Pelatihan Higiene dan Sanitasi Penjamah Makanan pada Senin (31/3), bertempat di halaman SPPG Lenek 002, Kecamatan Lenek, Lombok Timur.

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjamin keamanan, kebersihan, serta nilai gizi makanan yang diproduksi sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan tepat sasaran dan sesuai standar.

Pelatihan tersebut diikuti oleh seluruh relawan pengelola makanan, tim masak, hingga staf pendukung di lingkungan SPPG Tiga Sama Ridho Birridho Lenek 002. Kegiatan ini menjadi langkah proaktif dalam meningkatkan pemahaman para penjamah pangan terkait prinsip keamanan pangan sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).

Salah satu pemateri, Normala Candra Puspita, menjelaskan sejumlah materi penting yang diberikan dalam pelatihan tersebut. Di antaranya mencakup higiene perorangan seperti penggunaan alat pelindung diri (APD) berupa celemek, masker, dan sarung tangan, serta pentingnya mencuci tangan dan menjaga kesehatan penjamah makanan.

Selain itu, peserta juga dibekali materi terkait sanitasi peralatan, mulai dari teknik pembersihan hingga proses disinfeksi alat masak guna mencegah kontaminasi.

“Dalam pengolahan makanan, penting untuk menjaga agar nilai gizi tidak hilang serta mencegah terjadinya kontaminasi silang. Begitu juga dengan penyimpanan bahan pangan, baik mentah maupun matang harus dilakukan dengan benar,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi kewajiban bagi seluruh penjamah pangan agar makanan yang dihasilkan tidak hanya enak, tetapi juga aman dan bergizi.

“Makanan yang sehat dimulai dari penjamah pangan yang terlatih,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Lenek 002, Nabila Afrok, berharap melalui pelatihan intensif tersebut para relawan dapat menerapkan standar operasional prosedur (SOP) higienitas secara konsisten dalam setiap proses pengolahan makanan.

“Ini penting untuk mendukung keberhasilan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” katanya.

Sebagai informasi, kegiatan pelatihan diakhiri dengan simulasi penanganan makanan yang aman. Para peserta nantinya akan menerima sertifikat sebagai bukti telah mengikuti pelatihan tersebut.(*)