Momen sejumlah Siswa SDN 2 Kotaraja, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, menunggu menu MBG yang tidak kunjung datang.

Dimensintb.com, Lombok Timur – Sejumlah orang tua siswa di SDN 2 Kotaraja, Kecamatan Sikur, Lombok Timur mengaku kecewa terhadap proses penyaluran menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikoordinasikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kotaraja 1, Senin (16/03).

Kekecewaan tersebut muncul setelah para siswa diminta datang lebih pagi ke sekolah untuk mengambil menu MBG. Namun, pendistribusian yang dijanjikan justru tidak terlaksana pada pagi hari dan rencananya baru akan dilakukan pada sore hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelumnya pihak SPPG Kotaraja 1 meminta para siswa datang ke sekolah sekitar pukul 07.00 WITA untuk mengambil menu MBG. Para siswa kemudian menunggu cukup lama di sekolah.

Namun hingga pukul 10.37 WITA, menu MBG belum juga dibagikan. Baru setelah menunggu berjam-jam, para siswa dan orang tua mendapat pemberitahuan bahwa pembagian menu MBG tidak jadi dilakukan pada pagi hari dan dialihkan ke sore hari.

Situasi tersebut membuat sejumlah siswa terpaksa menunggu tanpa kepastian. Sebagian orang tua menilai kondisi ini menunjukkan kurangnya koordinasi dalam pelaksanaan program tersebut.

Salah seorang orang tua siswa bahkan mengaku sempat menyampaikan protes melalui guru di sekolah terkait keterlambatan dan pembatalan mendadak tersebut. Namun, menurut pengakuannya, respons dari pihak SPPG Kotaraja 1 justru mempertanyakan haknya untuk sampaikan keberatan.

“Pihak SPPG mengatakan saya tidak punya hak untuk protes dan menanyakan atas dasar apa saya menyampaikan protes,” ujar orang tua siswa tersebut.

Para orang tua berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Mereka menilai program MBG yang bertujuan membantu pemenuhan gizi siswa seharusnya dilaksanakan dengan perencanaan dan koordinasi yang lebih baik agar tidak merugikan siswa maupun orang tua.

Sementara itu, Kepala SPPG Kotaraja 1 menjelaskan bahwa keterlambatan distribusi terjadi karena adanya kendala pada ketersediaan menu.

“Karena ada kendala kekurangan. Kami sudah mengonfirmasi ke pihak sekolah untuk pengambilan di sore hari, dan dari pihak sekolah tidak ada masalah,” ujarnya.(*)