Tampak sejumlah toko di bagian depan pasar Pringgabaya seperti toko perhiasan dan sebagian toko sembako dilaporkan selamat dari kobaran api.

Dimensintb.com, Lombok Timur - Kebakaran hebat melanda Pasar Umum Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Senin malam (27/4). Peristiwa tersebut menghanguskan ratusan kios dan lapak pedagang, dengan kerugian material ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Meski demikian, sejumlah toko di bagian depan pasar seperti toko perhiasan dan sebagian toko sembako dilaporkan selamat dari kobaran api, meskipun jaraknya relatif dekat dari titik awal kebakaran.

Kepala Pasar Pringgabaya, Sukarlan, menjelaskan bahwa api pertama kali muncul dari bagian tengah pasar, tepatnya di lorong dalam, sehingga tidak menjalar ke seluruh bagian depan.

“Api berasal dari tengah pasar, bukan dari depan. Jadi kios yang di depan tidak terdampak, sementara yang di bagian dalam ada yang terbakar dan ada juga yang tidak,” ujarnya, Selasa kemarin (28/4).

Menurutnya, berdasarkan data sementara, sebanyak 164 lapak pedagang dilaporkan hangus terbakar beserta seluruh barang dagangan di dalamnya, mulai dari sembako, sayur-mayur, hingga barang konveksi seperti pakaian dan sandal.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, Hadi Fathurrahman, membenarkan jumlah lapak yang terdampak mencapai ratusan unit.

“Data sementara sekitar 164 lapak yang hangus terbakar. Saat ini kami masih melakukan pendataan lanjutan untuk menghitung total kerugian para pedagang,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah daerah tengah memfokuskan penanganan pada pembersihan puing-puing sisa kebakaran agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat segera pulih.

“Kami prioritaskan pembersihan lokasi agar pedagang bisa kembali berjualan dan mencari nafkah,” tambahnya.

Senada dengan itu, Camat Pringgabaya, Liza A, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mempercepat proses pembersihan area pasar.

“Kami targetkan dalam dua hari ke depan lokasi sudah bersih sehingga pedagang bisa kembali beraktivitas,” ujarnya.(*)