![]() |
| Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur, H. Masyhur. |
Dimensintb.com, Lombok Timur - Kasus gigitan anjing terhadap siswa kembali terjadi di wilayah Kecamatan Sakra Timur (Sakit), Lombok Timur. Sebelumnya, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Sikur, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur (Lotim), H. Masyhur, menegaskan pihaknya telah menyiapkan langkah penanganan, salah satunya melalui upaya pengurangan populasi anjing liar. Namun, langkah tersebut masih terkendala keterbatasan ketersediaan obat atau racun yang diperlukan.
"Pada dasarnya kami ingin segera melakukan eliminasi, tetapi karena ketersediaan racun tidak ada, kami akan berupaya mencari bahkan meminjam dari daerah lain. Setelah itu baru bisa dilakukan pengurangan populasi,” ujar Masyhur, Selasa (21/4).
Ia menjelaskan, kebijakan yang diambil bukanlah pemusnahan total, melainkan pengendalian populasi terhadap anjing-anjing liar yang dinilai meresahkan masyarakat. Upaya ini juga tetap mempertimbangkan aspek perlindungan hewan.
Menurutnya, keterbatasan obat tersebut disebabkan karena tidak diperjualbelikan secara bebas, sehingga pengadaannya cukup sulit dan tergolong langka. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya mencari solusi agar penanganan dapat segera dilakukan.
Selain itu, Disnak Lotim juga berencana melibatkan masyarakat serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) dalam pelaksanaan pengendalian populasi anjing liar tersebut.
"Kami tidak mungkin bekerja sendiri. Pelibatan masyarakat dan koordinasi dengan kepolisian diperlukan, apalagi ini juga berkaitan dengan perlindungan hewan," jelasnya.
Masyhur menambahkan, pihaknya juga telah mendapatkan arahan langsung dari Bupati Lombok Timur untuk segera mengambil langkah dalam menekan populasi anjing liar agar tidak semakin meresahkan warga.
Sementara itu, terkait dugaan rabies, ia memastikan bahwa kondisi tersebut masih dalam pengawasan. Tim dokter hewan telah melakukan pemeriksaan untuk memastikan status kesehatan hewan yang terlibat dalam kasus gigitan.
"Untuk rabies sendiri masih kami pantau. Dokter hewan sudah turun melakukan pemeriksaan," pungkasnya.(*)

Comments
Post a Comment