Sumber: Humas Polres Lombok Timur 

Dimensintb.com, Lombok Timur - Aparat Kepolisian Resor (Polres) Lombok Timur bersama personel Satuan Brimob Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) bergerak cepat meredam situasi memanas akibat aksi massa di Desa Aikmel Timur, Selasa malam (21/4).

Peristiwa tersebut dipicu oleh dugaan pencurian sepeda motor yang dilakukan seorang pria berinisial M (35). Terduga pelaku sempat menjadi sasaran amukan warga sebelum akhirnya berhasil diamankan aparat Kepolisian.

Kepada media saat dikonfirmasi, Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi, menjelaskan bahwa kehadiran petugas di lokasi bertujuan mengendalikan situasi sekaligus mengevakuasi pelaku dari kerumunan massa.

“Petugas berupaya maksimal mengevakuasi terduga pelaku dari kerumunan massa demi menjaga keselamatan yang bersangkutan serta mencegah situasi semakin meluas,” ujarnya, Rabu (22/4),

Ia menjelaskan, kejadian bermula saat sepeda motor milik korban yang terparkir di depan rumah diduga dicuri. Aksi tersebut diketahui oleh pemilik kendaraan yang kemudian berteriak meminta pertolongan, sehingga memicu warga melakukan pengejaran.

Pelaku akhirnya berhasil diamankan oleh massa. Namun, situasi berubah tidak terkendali ketika emosi warga memuncak. Terduga pelaku menjadi sasaran amukan, sementara sepeda motor yang diduga digunakan pelaku dirusak hingga dibakar.

Saat aparat Kepolisian tiba di lokasi, proses evakuasi sempat mendapat hambatan. Sejumlah warga yang masih tersulut emosi melakukan pelemparan batu ke arah petugas.

Meski demikian, aparat tetap mengedepankan pendekatan persuasif dengan menggunakan tameng untuk melindungi diri sekaligus menahan eskalasi situasi.

“Akibat insiden tersebut, dua personel dari Brimob dan Polres Lombok Timur mengalami luka akibat lemparan batu saat menjalankan tugas pengamanan,” ungkapnya.

Dalam kondisi yang semakin tidak kondusif, petugas akhirnya mengambil langkah tegas dan terukur dengan mengeluarkan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa. Langkah tersebut dinilai efektif meredam situasi hingga kembali terkendali.

“Langkah ini terpaksa dilakukan sebagai upaya terakhir untuk mengurai massa dan memastikan situasi kembali kondusif,” jelas Rusmaladi.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, terduga pelaku langsung dievakuasi ke kantor polisi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan telah kembali aman dan aktivitas masyarakat berangsur normal.

Pihak Polres Lombok Timur menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mengimbau warga agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

“Kami mengajak masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” tutupnya.(*)