![]() |
| Tim Satgas Pengawasan pendistribusian Gas LPG Bersubsidi saat sidak di salah satu usaha warga di Lombok Timur. |
Dimensintb.com, Lombok Timur - Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Gas LPG Subsidi di Lombok Timur (Lotim) terus menggencarkan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi usaha yang diduga menggunakan LPG 3 kilogram tidak sesuai peruntukan.
Sekretaris Daerah Lombok Timur, HM Juaini Taofik, mengungkapkan bahwa dalam sidak terbaru, pihaknya tidak hanya menemukan pelanggaran di kafe dan restoran, tetapi juga pada usaha peternakan ayam.
“Hasil sidak menunjukkan selain di kafe dan restoran, juga ditemukan penggunaan LPG 3 kg di usaha peternakan ayam, dengan pemakaian mencapai 40 hingga 60 tabung dalam 10 hari,” ungkap Juaini Taofik saat dikonfirmasi, Sabtu (11/4).
Menindak temuan tersebut, Pemerintah daerah (Pemda) Lotim langsung mengambil langkah tegas sesuai arahan Bupati. Salah satunya dengan menghentikan penggunaan LPG subsidi pada usaha-usaha tersebut.
“Kami menyetop penggunaan LPG 3 kg untuk kegiatan usaha itu dan memfasilitasi penukarannya ke LPG non subsidi melalui Dinas Perdagangan bekerja sama dengan Pertamina,” jelasnya.
Pemda juga tidak segan mengambil tindakan lebih lanjut jika pelaku usaha tidak kooperatif. Penyegelan akan dilakukan sebagai upaya penegakan aturan sekaligus memastikan distribusi gas subsidi tepat sasaran.
“Jika tidak kooperatif, maka penyegelan terpaksa dilakukan untuk memastikan LPG subsidi benar-benar dinikmati masyarakat berpenghasilan rendah,” tegasnya.
Selain menyasar pelaku usaha, Pemda juga mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lombok Timur agar tidak lagi menggunakan LPG 3 kg dan beralih ke LPG non subsidi.
“Kami mengimbau ASN yang masih menggunakan LPG 3 kg untuk segera beralih ke non subsidi demi menjaga ketersediaan bagi masyarakat yang berhak,” katanya.
Juaini optimistis langkah penertiban ini menjadi solusi efektif dalam menekan kelangkaan LPG 3 kg yang belakangan dikeluhkan masyarakat.
“Kami optimis penertiban distribusi LPG ini menjadi kunci untuk mengatasi kelangkaan di masyarakat,” pungkasnya.(*)

Comments
Post a Comment