Dimensintb.com, Lombok Timur - Universitas Hamzanwadi (Unham) melalui Direktorat Kerja Sama dan Hubungan Internasional resmi melepas peserta Program Magang Internasional ke Jepang bagi mahasiswa Program Studi Pariwisata. Kegiatan pelepasan berlangsung di Meeting Room Rektorat Unham, Kamis (23/4).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, jajaran wakil rektor, Dekan Fakultas Bahasa, Seni, dan Humaniora, Koordinator Prodi Pariwisata Muhammad Ramli, M.Pd, Direktur PT Indonesia Nippon Anugrah (INA) Parman Munte, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Lombok Timur, Kepala Kantor Imigrasi Lombok Timur, serta para peserta beserta orang tua.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Hamzanwadi, Sitti Rohmi Djalilah, menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan magang internasional tersebut secara optimal, baik untuk meningkatkan keterampilan maupun kemampuan bahasa.

“Gunakan waktu satu tahun ini untuk meningkatkan skill dan kemampuan bahasa. Pengalaman tidak bisa dibeli, tetapi akan menjadi bekal berharga di masa depan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Indonesia Nippon Anugrah atas kerja sama yang telah terjalin serta berharap kolaborasi serupa dapat terus diperluas ke depan.

Koordinator Prodi Pariwisata, Muhammad Ramli, menjelaskan bahwa program ini telah melalui tahapan panjang sejak 15 April 2025, mulai dari sosialisasi, seleksi, wawancara hingga pelatihan bahasa.

Sebanyak 19 mahasiswa dinyatakan lolos dan akan diberangkatkan dalam dua kloter, dengan keberangkatan pertama dijadwalkan pada 5 Mei 2026. Program magang tersebut akan berlangsung selama satu tahun dan dikonversi menjadi dua semester perkuliahan, yakni semester enam dan tujuh.

Sementara itu, Direktur PT INA, Parman Munte, menyampaikan bahwa para peserta akan ditempatkan di dua perusahaan di Jepang, yakni Gensen Holding dan Itoens Hotel. Ia optimistis mahasiswa Universitas Hamzanwadi mampu beradaptasi dengan baik, mengingat kesiapan mereka selama proses pelatihan.

“Kami melihat kesiapan peserta cukup baik. Kami yakin mereka mampu beradaptasi dan bekerja secara profesional di Jepang,” ujarnya.(*)