Dimensintb.com, Lombok Timur – Upaya memperkuat ketersediaan air bersih sekaligus mendukung pengembangan kawasan pariwisata di Lombok Timur memasuki babak baru. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur tengah mempersiapkan penerimaan hibah teknologi pengolahan air dari perusahaan asal Jepang.

Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, mengungkapkan bahwa teknologi tersebut dirancang untuk mengolah air laut menjadi air bersih yang memenuhi standar konsumsi masyarakat.

“Teknologi ini bisa mengolah air laut menjadi air bersih, sekaligus meningkatkan kualitas air dari sumber yang masih memiliki residu tinggi,” ujarnya, Selasa (11/8).

Menurut Sopyan, rencana bantuan tersebut bermula dari komunikasi yang dibangun PDAM Lombok Timur dengan pihak perusahaan di Jepang melalui surat resmi beberapa bulan lalu. Respons positif kemudian diterima hingga berlanjut pada pembahasan lebih lanjut setelah pertemuan dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat.

“Alhamdulillah, surat yang kami layangkan ke Jepang mendapat respons. Pihak perusahaan Jepang antusias dan Lombok Timur menjadi salah satu daerah yang dipilih untuk menerima bantuan,” katanya.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut berupa dua unit mesin dengan skema hibah. Selain peralatan, pihak Jepang juga akan memberikan pendampingan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) PDAM dalam pengoperasian teknologi tersebut.

Sopyan menyebutkan, nilai satu unit mesin diperkirakan mencapai sekitar Rp20 miliar. Tim dari Jepang juga dijadwalkan akan mendampingi proses operasional selama kurang lebih dua bulan agar SDM lokal mampu mengoperasikan teknologi secara mandiri.

“Jadi bukan hanya alatnya, SDM kita juga akan diajarkan. Setelah pendampingan, kita tidak harus selalu bergantung pada tenaga dari Jepang,” jelasnya.

Salah satu opsi lokasi penerapan teknologi tersebut berada di wilayah selatan Lombok Timur, terutama kawasan yang dekat dengan sumber air laut dan selama ini masih membutuhkan penguatan pasokan air bersih.

Teknologi yang akan digunakan merupakan sistem desalinasi, yakni proses menghilangkan kandungan garam dari air laut sehingga menghasilkan air tawar yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.

Selain itu, teknologi tersebut juga diharapkan mampu menjadi solusi atas persoalan kualitas air yang selama ini dialirkan dari Bendungan Pandan Duri menuju wilayah Keruak dan sekitarnya.

PDAM Lombok Timur berharap, pemanfaatan teknologi ini tidak hanya memperkuat pelayanan air bersih bagi masyarakat, tetapi juga mendukung kebutuhan air di kawasan pariwisata dan wilayah selatan Lombok Timur yang terus berkembang.(*)