Dimensintb.com, Lombok Timur – Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kembali menorehkan prestasi dengan meraih peringkat pertama pada Jamsostek Award 2026 tingkat regional NTB. Capaian tersebut didukung oleh tingginya jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang telah mencapai 30.108 pekerja di daerah tersebut.
Di balik capaian itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim kini tengah menyiapkan langkah lanjutan dengan memperluas perlindungan sosial bagi 11.680 kader Posyandu melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Rencana tersebut disampaikan Bupati Lotim, H. Haerul Warisin, saat menerima aspirasi kader Posyandu dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Lombok Timur ke-131, Senin (31/8/2026).
Bupati Haerul Warisin menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya mempertimbangkan jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan, tetapi juga mengarah pada perlindungan yang lebih luas melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Ia menjelaskan, program tersebut dinilai lebih komprehensif karena memberikan perlindungan terhadap risiko kerja, termasuk kecelakaan saat menjalankan tugas hingga santunan kematian bagi ahli waris.
“Kalau kader mengalami kecelakaan saat bertugas atau meninggal dunia, ada manfaat santunan yang bisa diterima melalui BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.
Saat ini, Pemda Lotim tengah menyusun skema pembiayaan yang memungkinkan keterlibatan pemerintah desa dalam mendukung kepesertaan para kader. Pendataan kader yang belum terdaftar juga akan segera dilakukan sebagai dasar implementasi program.
“Skemanya sedang kami siapkan, kemungkinan pembiayaan akan melalui anggaran desa agar seluruh kader bisa terakomodir,” tambahnya.
Selain perlindungan sosial, perhatian pemerintah juga diarahkan pada peningkatan sarana dan prasarana Posyandu. Sejumlah fasilitas seperti buku register dan alat antropometri masih menjadi kebutuhan mendesak di berbagai wilayah.
Bupati pun meminta Dinas Kesehatan bersama DP3AP2KB untuk segera melakukan pendataan kebutuhan di seluruh Posyandu sebagai bahan perencanaan anggaran tahun mendatang.
“Data kebutuhan harus segera dihimpun agar bisa dimasukkan dalam perencanaan anggaran tahun depan,” tegasnya.
Sebelumnya, Aspirasi kader disampaikan oleh Rina Hasuti, kader Posyandu Pelangirin Jani, Kelurahan Rakyat, Kecamatan Selong. Ia ungkapkan, ribuan kader Posyandu yang tersebar di 2.023 Posyandu di Lotim berharap mendapatkan jaminan perlindungan, khususnya di bidang kesehatan melalui skema Universal Health Coverage (UHC).
Keberadaan jaminan tersebut sangat penting mengingat kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat bawah.
“Jaminan kesehatan bagi kader bukan sekadar fasilitas pengobatan, tetapi bentuk kepedulian dan penghargaan atas pengabdian kami di tengah masyarakat,” tegasnya.(*)

Comments
Post a Comment