![]() |
Dimensintb.com, Lombok Timur – Krisis air baku mulai membayangi pelayanan air bersih di Lombok Timur. Dari 24 sumber mata air yang menjadi andalan PDAM Lombok Timur (Lotim), hampir seluruhnya mengalami penurunan debit secara drastis akibat kondisi kemarau dan fenomena El Nino.
Direktur PDAM Lotim, Sopyan Hakim, mengatakan penurunan debit tersebut berdampak terhadap hampir seluruh wilayah pelayanan. Untuk menjaga agar pelanggan tetap mendapatkan pasokan air, PDAM terpaksa melakukan rekayasa jaringan dengan sistem distribusi secara bergilir.
“Dari 24 sumber mata air kita itu mengalami penurunan yang drastis. Sehingga upaya PDAM, kita lakukan rekayasa jaringan dengan cara bergilir,” ujar Sopyan Hakim, Kamis (8/10).
Menurutnya, jika distribusi difokuskan ke satu wilayah, maka wilayah lain berpotensi tidak mendapatkan pasokan air. Karena itu, pola pelayanan dilakukan secara bergantian, bahkan ada wilayah yang mendapatkan distribusi air selama dua hari sebelum dialihkan ke wilayah lainnya.
Saat ini jumlah pelanggan PDAM Lotim telah mencapai sekitar 41 ribu pelanggan. Sopyan menyebut, hampir seluruh pelanggan berpotensi terdampak karena penurunan terjadi pada sumber-sumber air yang menjadi basis pelayanan PDAM.
Penurunan debit tersebut diperkirakan mencapai sekitar 65 persen secara keseluruhan. Beberapa sumber yang sebelumnya mampu menghasilkan ratusan liter per detik kini mengalami penyusutan signifikan.
“Yang jelas penurunannya itu sekitar 65 persen dari total seluruhnya,” ungkapnya.
Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di wilayah selatan, tetapi juga berdampak terhadap sejumlah kawasan pelayanan, termasuk Selong, Sikur, Terara, Sakra hingga Masbagik. Bahkan beberapa sumber yang selama ini menjadi penopang pelayanan juga mengalami penurunan cukup tajam.
Salah satu sumber yang sebelumnya memiliki debit sekitar 100 liter per detik, kata Sopyan, kini hanya tersisa sekitar 30 liter per detik. Artinya, terjadi penyusutan hingga sekitar 70 persen.
“Dari 100 liter per detik itu sekarang tinggal sekitar 30 liter per detik,” jelasnya.
Kondisi ini berpotensi semakin parah apabila musim kering terus berlangsung. Karena itu, PDAM tidak hanya melakukan rekayasa jaringan, tetapi juga menyiapkan pelayanan alternatif menggunakan mobil tangki.
Saat ini PDAM Lotim memiliki dua unit mobil tangki yang digunakan untuk mendistribusikan air secara gratis kepada masyarakat. Pelayanan dilakukan hampir setiap hari, terutama di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
“Pelayanan gratis seperti mobil tangki, kami keliling. Hampir setiap hari itu lima sampai sepuluh,” katanya.
Distribusi air tangki dilakukan berdasarkan permintaan masyarakat maupun inisiatif PDAM. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian antara lain Jerowaru, Keruak dan Sambelia. Sementara untuk wilayah Kota Selong, kondisi pelayanan disebut masih relatif aman.
Namun, Sopyan mengakui dua unit mobil tangki tersebut belum ideal untuk melayani seluruh wilayah Lombok Timur. Karena itu, pihaknya telah meminta tambahan armada kepada Bupati Lombok Timur.
“Kami punya dua tangki untuk melayani seluruh masyarakat Lotim. Makanya kemarin kami minta mobil tangki ditambah dua lagi. Alhamdulillah Pak Bupati menyiapkan,” ujarnya.
Di sisi lain, PDAM juga mulai melakukan langkah jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan sumber mata air. Salah satunya melalui kegiatan reboisasi di kawasan sumber air, termasuk di Lemor, Suela, dengan melibatkan unsur Polri dan Forkopimda.
Upaya serupa juga dibutuhkan untuk menjaga sumber air yang memasok sistem penyediaan air minum (SPAM) kawasan pantai selatan. Sopyan menyebut debit sumber air di kawasan tersebut juga mengalami penurunan.
Selain konservasi, PDAM tengah menjajaki penambahan sumber air baku. Salah satu sumber yang sedang dinegosiasikan berada di wilayah Masbagik yang dinilai masih memiliki debit relatif baik di tengah kondisi kemarau.
PDAM juga menyiapkan rencana pengembangan sumber air dari wilayah Masbagik dan Joben. Jika terealisasi, kedua sumber tersebut diproyeksikan mampu memberikan tambahan debit sekitar 150 liter per detik setelah diintegrasikan dengan sistem yang ada, termasuk reservoir Kotaraja.
Namun, rencana tersebut membutuhkan investasi yang tidak sedikit dan hingga kini kebutuhan anggarannya masih dalam tahap perhitungan.
“Belum dihitung. Banyak duit lah pokoknya,” kata Sopyan.
Di tengah kondisi debit air yang terus menyusut, PDAM Lotim kini menghadapi tantangan menjaga keseimbangan antara keterbatasan sumber air dan kebutuhan sekitar 41 ribu pelanggan. Rekayasa distribusi, pelayanan tangki gratis, konservasi sumber mata air hingga pencarian sumber baru menjadi langkah yang disiapkan untuk mencegah krisis pelayanan semakin meluas.(*)

Comments
Post a Comment