Plt. ketua DPD Partai Demokrat Provinsi NTB, Si Made Rai Edi Astawa.

Dimensintb.com, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat mengambil langkah cepat untuk menjaga keberlangsungan roda organisasi Partai Demokrat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyusul proses hukum yang tengah dihadapi oleh Ketua DPD Partai Demokrat NTB, Indra Jaya Usman (IJU).

Sebagai respons organisatoris, DPP Partai Demokrat secara resmi menunjuk Si Made Rai Edi Astawa, sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi NTB. Sebelum penunjukan ini, Made Rai menjabat sebagai Sekretaris I Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (BPOKK) DPP Partai Demokrat.

Ketua Umum Partai Demokrat, Dr. H. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan sikap partai untuk menghormati proses penegakan hukum yang sedang berjalan. Ia memastikan bahwa Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) DPP Demokrat telah memberikan pendampingan hukum kepada IJU.

“Keputusan ini adalah wujud komitmen Partai Demokrat untuk menjunjung tinggi integritas sekaligus memastikan organisasi terus bergerak dan melayani masyarakat,” ujar AHY di Jakarta, Jumat.

AHY menyebut penunjukan PLT sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas kelembagaan di NTB.“Kami bergerak cepat agar roda organisasi tidak terhenti. Penunjukan PLT adalah langkah organisatoris yang diperlukan untuk menjamin kesinambungan kepemimpinan dan menjaga soliditas kader di NTB,” tegasnya.

Profil dan Langkah Cepat PLT Ketua DPD NTB

Si Made Rai Edi Astawa bukan sosok baru dalam dunia organisasi dan sosial politik. Latar belakangnya sebagai mantan perwira TNI memberikan pengalaman kepemimpinan yang kuat. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri 743/PSY di Kupang, NTT, sehingga cukup memahami dinamika politik dan sosial di wilayah Nusa Tenggara.

Segera setelah menerima mandat, Made Rai bergerak cepat melakukan konsolidasi internal. Didampingi Deputi BPOKK DPP Wilayah Bali Nusra, Made Rai bertemu seluruh Ketua DPC se-NTB, pengurus DPD, serta Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi NTB.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk memulihkan moril, meningkatkan semangat, dan memperkuat soliditas kader pasca dinamika yang melibatkan ketua sebelumnya.“Kondisi internal Partai Demokrat di NTB saat ini berada dalam keadaan solid dan terkonsolidasi. Seluruh kader siap menjalankan arahan Ketua Umum dan memperjuangkan aspirasi masyarakat NTB,” ujar Made Rai.

Berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat, masa tugas Made Rai sebagai PLT Ketua DPD NTB berlaku paling lama satu tahun, hingga pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) atau Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) untuk memilih ketua definitif.(***)