Dimensintb.com, Lombok Timur – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pohgading 3 Pringgabaya, Mustika Silvia, memberikan klarifikasi terkait dugaan adanya menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kondisi basi yang diterima salah satu sekolah penerima manfaat.

Karena itu, pihaknya tidak menampik adanya temuan menu yang diduga basi tersebut. Namun, setelah menerima informasi dari pihak sekolah, SPPG Pohgading 3 langsung turun ke lapangan dengan melibatkan kepala dapur, asisten lapangan, serta chef yang bertugas.

“Kami langsung mengonfirmasi ke pihak penerima manfaat agar makanan yang tidak layak konsumsi tidak dibagikan kepada anak-anak,” ujar Mustika, Selasa (26/1).

Ia menegaskan bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan dan pihak dapur bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut. Sebagai bentuk tanggung jawab, SPPG Pohgading 3 mengganti menu MBG yang bermasalah dengan menambah porsi pada hari berikutnya.

“Masalah ini sudah diselesaikan dan sudah dipertanggungjawabkan oleh pihak dapur. Sebagai gantinya, menu MBG kami gandakan pada hari berikutnya,” jelasnya.

Mustika juga menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi dirinya selaku Kepala SPPG. Ia mengaku akan terus melakukan pengawasan dengan turun langsung ke lapangan guna memastikan kualitas dan kelayakan makanan bagi para siswa.

“Kejadian ini menjadi evaluasi bagi kami. Ke depan, kami akan terus melakukan evaluasi agar hal serupa tidak terulang,” tegasnya.

Sebelumnya, SPPG Pohgading 3, disorot setelah ditemukan menu MBG dalam kondisi basi yang dibagikan kepada siswa di Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya.

Pihak sekolah mengungkapkan, puluhan paket makanan basi ditemukan saat proses pembagian kepada siswa. Padahal, jumlah penerima manfaat program MBG di sekolah tersebut mencapai ratusan siswa.

“Memang kami menemukan menu basi dalam sajian MBG yang dibagikan kepada siswa,” ujar salah seorang guru di salah satu sekolah di Desa Labuhan Lombok.

Ia menjelaskan, setelah temuan tersebut pihak sekolah langsung menghubungi SPPG serta pihak dapur MBG untuk sampaikan keberatan dan meminta klarifikasi. Pihak dapur, kata dia, merespons dengan baik, mengakui kelalaian, serta menyampaikan permohonan maaf.

“Pihak dapur menyatakan bertanggung jawab dan siap mengganti menu MBG yang ditemukan dalam kondisi basi,” katanya.(*)