Kondisi Dapur MBG di Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.

Dimensintb.com, Lombok Timur – Banjir yang melanda wilayah Desa Obel-obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, pada Jumat (20/2) menyebabkan kerusakan serius pada salah satu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sejumlah peralatan dapur hanyut, tembok bangunan jebol, dan aktivitas dapur terpaksa dihentikan sementara dengan estimasi kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lumpur setinggi mata kaki masih menggenangi area dapur SPPG Obel-obel. Sejumlah peralatan memasak rusak dan menumpuk, sementara para pekerja masih berjibaku membersihkan sisa lumpur yang mengendap pascabanjir.

Kepala SPPG Obel-obel, Noria Wandana, mengatakan banjir menyebabkan kerusakan cukup parah pada bangunan dan peralatan dapur sehingga operasional belum dapat kembali berjalan.

“Untuk saat ini kondisi dapur sebagian rusak dan peralatan dapur juga banyak yang rusak, sehingga SPPG Obel-obel belum bisa beroperasi sementara waktu,” ujar Noria, Sabtu (21/2).

Ia mengungkapkan, kerugian material akibat banjir tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp50 juta. Selain peralatan dapur yang hanyut terbawa arus, sejumlah mesin juga sempat terendam air banjir.

“Belum lagi peralatan mesin yang ikut terendam, perkiraan kerugian sekitar Rp50 juta lebih,” ungkapnya.

Noria menambahkan, pihak SPPG Obel-obel sudah melaporkan kejadian banjir beserta dampaknya kepada Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Lombok Timur.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke pimpinan,” katanya.

Meski operasional dapur terhenti, Noria memastikan pendistribusian MBG kepada penerima manfaat tetap berjalan. Hal tersebut dimungkinkan karena menu yang disajikan selama bulan Ramadhan berupa makanan kering.

“Distribusi tetap berlanjut, karena selama Ramadhan kami diarahkan untuk menyalurkan menu kering untuk B3 dan siswa,” jelasnya.

Sambil menunggu proses perbaikan dan pembersihan area dapur, pihak SPPG Obel-obel berencana menumpang di dapur SPPG lain untuk proses pengemasan menu MBG.

“Untuk sementara, tempat packing kami akan menumpang di dapur lain sambil menunggu perbaikan dan pembersihan dapur selesai,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah BGN Lombok Timur, Agamawan, membenarkan pihaknya telah menerima laporan kejadian tersebut dan meneruskannya ke pimpinan.

“Kami sudah teruskan laporan dengan melampirkan foto dan video kondisi dapur MBG di Obel-obel,” katanya singkat.(*)