(foto/istimewa)

Dimensintb.com, Mataram - Pelantikan pengurus dan peringatan Milad ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram berlangsung khidmat di Gedung Dome Universitas Mataram, Senin (16/2). Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Kepemimpinan HMI Futuristik dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045.”

Memasuki usia ke-79 tahun, HMI telah melewati berbagai fase dan tantangan sejarah. Tema HMI Futuristik diangkat sebagai refleksi atas perubahan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi yang kian masif. Dalam konteks ini, kader HMI dituntut tidak bersikap adaptif semata, tetapi juga progresif dalam merespons dinamika sosial, politik, dan kebangsaan.

Ketua Umum HMI Cabang Mataram, Ahmad Nasri, dalam sambutannya menyebut pelantikan pengurus menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi sekaligus penguatan arah gerak kader dalam menghadapi tantangan masa depan bangsa.

“Budaya konsolidasi organisatoris harus terus diperkuat agar kerja-kerja struktural berjalan efektif dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas kaderisasi,” ujar Nasri.

Ia menekankan pentingnya peran lembaga-lembaga pengembangan profesi di tubuh HMI sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kapasitas keilmuan kader. Menurutnya, penguatan kualitas intelektual menjadi kunci agar kader mampu berpikir kreatif, inovatif, serta memiliki daya saing di tengah peluang dan tantangan bonus demografi.

Lebih lanjut, Nasri menegaskan bahwa kepemimpinan HMI yang futuristik harus tetap berpijak pada misi dasar organisasi, yakni keislaman dan keindonesiaan. Kepengurusan HMI, kata dia, dituntut mampu melahirkan regenerasi kader yang menjadi pelopor di berbagai platform gerakan, mulai dari sosial, ekonomi, budaya, hingga hukum.

Dalam konteks Indonesia Emas 2045, HMI Cabang Mataram diharapkan berperan aktif dalam membentuk insan akademis yang kritis, rasional, dan berintelektualitas. Selain itu, kader juga didorong memiliki kreativitas tinggi dalam merumuskan ide dan inovasi sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, tanpa meninggalkan nilai spiritualitas dan religiusitas dalam memahami realitas sosial.

Ahmad Nasri menutup sambutannya dengan menegaskan komitmen HMI sebagai gerakan moral. Ia mengajak seluruh kader untuk terus menjaga semangat keislaman dan kebangsaan demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridai Allah SWT.(*)