![]() |
| (foto/istimewa) |
Dimensintb.com, Lombok Timur -Mengawali masa libur perkuliahan, mahasiswa Program Studi Pariwisata Universitas Hamzanwadi menggandeng mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melaksanakan kegiatan transplantasi terumbu karang di kawasan Pantai Gili Bidara, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, pada 7–8 Februari 2026.
Ketua Panitia kegiatan, Abdul Halim Zahid, menyampaikan bahwa kegiatan transplantasi terumbu karang tersebut diinisiasi oleh mahasiswa penerima beasiswa, baik Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) maupun Bidikmisi. Kegiatan kemudian dikolaborasikan bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pariwisata Universitas Hamzanwadi serta Himpunan Mahasiswa Pariwisata Indonesia (HMPI) Wilayah NTB.
“Kegiatan ini diikuti oleh 52 mahasiswa dan tidak hanya transplantasi terumbu karang, tetapi juga dirangkaikan dengan aksi bersih-bersih pesisir Pantai Bidara, kuliah umum tentang ekosistem biota laut, serta aktivitas guiding wisata bahari seperti snorkeling dan diving,” jelas Halim.
Koordinator Program Studi Pariwisata Universitas Hamzanwadi, Muhammad Ramli, M.Pd., CHE., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas aksi nyata yang dilakukan mahasiswa dalam upaya pelestarian ekosistem laut. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan capaian pembelajaran mata kuliah wisata bahari yang ditempuh mahasiswa di kampus.
“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi mampu mengimplementasikan pengetahuan secara langsung di lapangan, khususnya dalam pengembangan dan pelestarian destinasi wisata bahari,” ujar Ramli.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut melibatkan lima lembaga mitra Program Studi Pariwisata Universitas Hamzanwadi, yakni Komunitas Penyelam (Kapela) NTB, Pokdarwis Petarando, Pokmaswas Petrando, Asosiasi Pokmaswas Kecamatan Sambelia, serta Dewi Bahari Padak Guar. Kolaborasi ini sekaligus memperkuat implementasi kemitraan yang telah dijalankan prodi pariwisata selama tiga tahun terakhir.
Sementara itu, Ketua Kapela NTB sekaligus Pokmaswas Petrando, Herman, mengungkapkan bahwa kegiatan transplantasi terumbu karang yang dilakukan mahasiswa tersebut tergolong langka dan sangat positif. Ia mengaku terharu sekaligus bangga atas kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian ekosistem laut di kawasan Padak Guar.
“Kontribusi sosial yang dilakukan mahasiswa ini sangat berarti bagi kami. Jarang ada mahasiswa yang secara langsung terlibat dalam upaya pelestarian terumbu karang seperti ini,” kata Herman.
Terkait teknis pelaksanaan, Herman menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan media transplantasi berupa media spider yang merupakan hasil sumbangan mahasiswa. Media tersebut dipilih karena lebih kuat dan tahan lama, meskipun biaya pembuatannya relatif lebih mahal dibanding media konvensional. Selain itu, tim penyelam juga diterjunkan untuk membantu mahasiswa dalam proses transplantasi di perairan Gili Bidara.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keberlanjutan program, Herman menegaskan bahwa pihaknya bersama mitra terkait akan terus melakukan perawatan dan pemantauan terhadap bibit terumbu karang yang telah ditanam secara berkala.

Comments
Post a Comment