Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisan 

Dimensintb.com, Lombok Timur – Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, angkat bicara menanggapi pro dan kontra pemberian hadiah umrah kepada dua kepala desa (kades) dalam lomba lampion dan kebersihan desa yang digelar selama bulan Ramadan.

Bupati menegaskan, pemberian hadiah umrah kepada kepala desa memiliki dasar yang jelas. Menurutnya, kades merupakan penanggung jawab utama jalannya pemerintahan di tingkat desa, termasuk dalam mengoordinasikan seluruh kegiatan masyarakat.

“Ada yang mempertanyakan kenapa lomba lampion dan kebersihan desa di bulan Ramadan hadiahnya umrah untuk kepala desa. Karena kepala desa itu pimpinan di desa, dia yang mengomandoi, dia yang memerintah, dan dia yang bertanggung jawab atas semua kegiatan di wilayahnya,” ujar H. Haerul Warisan, Jumat kemarin (27/2).

Ia menjelaskan, meskipun kegiatan lampion Ramadan melibatkan pemuda dan seluruh elemen masyarakat, secara struktural semua aktivitas tersebut tetap berada di bawah koordinasi pemerintah desa yang dipimpin oleh kepala desa.

“Pemuda dan masyarakat itu bagian dari pemerintahan desa juga. Jadi kepala desa tetap menjadi penggerak sekaligus penanggung jawabnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa hadiah umrah tersebut hanya diberikan kepada dua kepala desa, masing-masing satu dari wilayah utara dan satu dari wilayah selatan Lombok Timur. Penilaian akan dilakukan oleh tim independen yang segera dibentuk.

“Nanti tim akan menyebar untuk melakukan penilaian secara objektif. Tidak ada keberpihakan. Desa yang terbaik dan paling bersih itulah yang berhak mendapatkan hadiah umrah,” jelasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa hadiah tersebut menggunakan anggaran daerah. Menurutnya, seluruh pembiayaan hadiah umrah berasal dari donatur dan sama sekali tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Hadiah ini bukan dari uang APBD, bukan dari uang rakyat. Ini murni dari donatur,” pungkasnya.(*)