![]() |
| (foto/istimewa) |
Dimensintb.com, Lombok Timur - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) menyiapkan langkah besar dalam merevolusi sektor perikanan melalui perluasan program Kampung Merah Putih. Bupati Lotim, Haerul Warisin, menegaskan keberhasilan proyek percontohan di Desa Ekas akan direplikasi ke empat lokasi strategis lainnya di wilayah pesisir utara dan selatan.
Empat desa yang menjadi target pengembangan tersebut meliputi Desa Tanjung Luar, Desa Labuhan Haji, Desa Labuan Lombok, serta Desa Sugian. Program ini dirancang sebagai kawasan terintegrasi yang menggabungkan aktivitas penangkapan, budidaya, hingga pengolahan hasil laut.
Menariknya, nilai investasi Kampung Merah Putih di Lotim mencapai Rp23 miliar, jauh di atas rata-rata nasional yang berkisar Rp12 miliar. Besarnya anggaran tersebut dinilai sebanding dengan potensi teluk serta kekayaan sumber daya laut yang dimiliki daerah ini.
“Kita punya potensi besar. Ada sekitar 250 keramba jaring apung (KJA). Mau pelihara udang lobster bisa, kakap bisa, ikan-ikan lain juga bisa. Ini adalah tempat menangkap sekaligus tempat memelihara,” ujar Bupati yang akrab disapa H. Iron, usai peletakan batu pertama pembangunan Laboratorium International Tropical Seaweed Research Center dan Laboratorium Spesialis Kedokteran Kepulauan di Ekas Buana, Kamis (12/2).
Salah satu keunggulan utama Kampung Merah Putih adalah hadirnya fasilitas modern yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak nelayan, yakni Pabrik Es Mandiri dan cold storage (gudang beku). Fasilitas ini berfungsi menjaga kualitas dan kesegaran hasil tangkapan sekaligus menjadi solusi saat produksi melimpah.
Menurut H. Iron, keberadaan cold storage menjadi kunci stabilitas ekonomi nelayan. Selama ini, harga hasil laut kerap anjlok ketika tangkapan melimpah karena tidak adanya tempat penyimpanan. Dengan fasilitas tersebut, nelayan dapat menahan stok dan menjual hasil tangkapan pada harga yang lebih menguntungkan.
Saat ini, Pemkab Lotim juga terus menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta. Proposal pengembangan Kampung Merah Putih telah dilayangkan, termasuk undangan kepada Presiden Republik Indonesia untuk meresmikan proyek yang telah rampung di Desa Ekas.
“Kami sudah bersurat dan mengirim proposal kepada Bapak Presiden. Harapan kita, Beliau bisa datang langsung untuk meresmikan. Banyak hal strategis yang kami sampaikan dalam proposal itu, bukan hanya satu urusan,” pungkasnya.(*)

Comments
Post a Comment