Kepala Dinas Sosial Lombok Timur, Siti Aminah.

Dimensintb.com, Lombok Timur - Dinas Sosial (Dinsos) Lombok Timur merespons cepat keluhan seorang warga, Suliati (33), ibu dua anak asal Lendang Belo, Dusun Batu Tinja, Desa Selaparang, Kecamatan Suela, terkait belum diterimanya bantuan sosial dari pemerintah.

Setelah menerima laporan tersebut, Pihak Dinsos langsung melakukan pengecekan dan verifikasi data. Sebelumnya, Suliati mengaku tidak pernah menerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sejak suaminya meninggal dunia empat tahun lalu. Selama ini, ia hanya menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Lombok Timur (Lotim), Siti Aminah, menjelaskan pihaknya telah melakukan asesmen dengan mengecek status Suliati dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Hasil verifikasi menunjukkan Suliati berada pada desil dua, yang termasuk kategori layak menerima bantuan sosial.

“Kami sudah melakukan asesmen dan Suliati berada di desil 2. Sangat wajar jika ia mendapatkan bantuan,” ujar Siti Aminah saat dikonfirmasi, Rabu (18/2).

Ia menyebutkan, saat ini Suliati telah menerima BLT Kesra dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Namun, bantuan PKH dan BPNT belum dapat diberikan karena keterbatasan kuota penerima.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa agar Suliati bisa segera masuk dalam daftar penerima. Namun memang untuk PKH dan BPNT masih terkendala kuota,” jelasnya.

Menurutnya, perubahan data penerima bantuan hanya dapat dilakukan apabila terdapat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mengundurkan diri atau keluar dari daftar penerima.

“Kita menunggu ada warga yang keluar dari daftar penerima. Jika sudah ada, maka Suliati bisa menggantikan. Kuota bantuan ini memang terbatas,” tegasnya.

Selain persoalan bantuan sosial, tambahnya, Dinsos juga menyoroti kondisi rumah Suliati yang dinilai tidak layak huni. Saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Baznas untuk mencari solusi bantuan perbaikan rumah.

“Nanti akan kami koordinasikan dengan dinas Perkim dan Baznas agar Suliati bisa mendapatkan program rumah layak huni,” pungkasnya.(*)