![]() |
| Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisan. |
Dimemsintb.com, Lombok Timur – Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin, meluapkan kekecewaannya terhadap pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) terkait dugaan double transfer dana bantuan untuk pelaku UMKM yang hingga kini belum juga menemui titik terang.
Orang nomor satu di Gumi Patuh Karya itu secara tegas mendesak BRI agar segera mengembalikan dana yang diduga ditransfer ganda, bahkan mengancam akan mengambil langkah keras jika persoalan tersebut terus berlarut.
Pernyataan keras itu disampaikan Bupati Haerul Warisin saat menghadiri RUPS BUMD Selaparang Finansial, Selasa (3/3) kemarin.
“Kalau tidak diselesaikan dalam bulan puasa ini, besok saya minta didemo bank BRI ini. Habis puasa, saya minta Kadis Koperasi sampaikan langsung ke mereka,” tegasnya.
Menurutnya, dana miliaran rupiah yang dititipkan Pemda Lotim untuk disalurkan kepada pelaku UMKM justru memunculkan persoalan serius. Dari total dana sekitar Rp3 miliar yang ditempatkan di BRI, kini hanya tersisa sekitar Rp1 miliar. Sementara sisanya disebut telah disalurkan, namun muncul dugaan transfer ganda kepada penerima.
“Kita taruh uang untuk dibagi ke UMKM, kok bisa double? Sekarang sudah ada teknologi, masa bisa terjadi seperti itu? Jangan dibodoh-bodohi kita,” sentilnya.
Haerul Warisin mengaku curiga adanya kelalaian atau kesalahan fatal dalam pengelolaan dana tersebut. Ia pun perintahkan Dinas Koperasi untuk terus memburu penyelesaian kasus ini tanpa kompromi dan tidak menerima alasan apa pun dari pihak bank.
“Saya bilang, kalau tidak cepat diselesaikan, saya penjarakan. Ini uang orang, uang untuk UMKM, bukan uang main-main,” tandasnya.
Bupati juga bandingkan sistem perbankan dengan layanan pembayaran digital lain yang dinilai jauh lebih transparan, seperti pembayaran tagihan PDAM. Menurutnya, dalam sistem digital mustahil terjadi pembayaran ganda tanpa jejak data yang jelas.
“Kalau kita bayar utang lewat digital, pasti ada keterangan lunas. Tapi ini kok bisa double-double terus. Ini uang orang, bukan recehan,” ujarnya geram.
Tak berhenti di situ, Haerul bahkan meminta Kadis Koperasi dan UMKM untuk menyampaikan langsung peringatannya ke pihak bank, agar tidak bermain-main dengan uang rakyat.
“Sampaikan ke mereka, jangan mainkan uang orang. Ini kolot sekali. Tidak mungkin double kalau sistemnya benar,” pungkasnya.(*)

Comments
Post a Comment