![]() |
Dimensintb.com, Lombok Timur – Warga Lombok Timur (Lotim) tengah dihadapkan pada kondisi sulit akibat langkanya gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram. Hingga saat ini, masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan stok, bahkan harus berkeliling ke beberapa kecamatan tanpa hasil.
Kelangkaan ini berdampak langsung pada kebutuhan rumah tangga, terutama dalam menyiapkan makanan sehari-hari. Jika pun tersedia, harga jual elpiji di tingkat pengecer dinilai jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Saya keliling ke dua kecamatan panas-panasan untuk mencari gas, tapi tetap saja tidak dapat,” ungkap Marni, warga Paok Lombok, Selasa (31/03).
Kondisi serupa juga dirasakan warga lainnya. Muklis, warga Masbagik Utara, menilai pemerintah daerah belum maksimal dalam menangani persoalan tersebut. Ia mengeluhkan harga gas yang tidak terkendali serta ketersediaan yang semakin sulit.
“Bupati tidak jelas, katanya tidak ada kelangkaan dan harganya juga tidak sesuai HET. Coba pemerintah turun, jangan memantau dari atas saja,” ujarnya.
Sementara itu, Nasrul, warga Loyok, mengaku hingga kini belum mendapatkan gas elpiji bersubsidi di wilayahnya. Ia bahkan terpaksa mencari hingga ke wilayah Kotaraja demi mendapatkan satu tabung gas untuk kebutuhan rumah tangga.
“Di sini tidak ada dan sekarang istri saya tidak memasak. Kalaupun ada, harganya paling rendah Rp25 ribu dan paling tinggi Rp30 ribu,” jelasnya.
Situasi ini memicu keresahan di tengah masyarakat. Warga mendesak Pemerintah Lotim, khususnya Bupati, untuk segera turun langsung melakukan pengecekan di lapangan serta melakukan investigasi terhadap distribusi gas elpiji bersubsidi yang dinilai tidak merata.
Masyarakat berharap adanya langkah cepat dan konkret dari pemerintah guna mengatasi kelangkaan serta menstabilkan harga gas elpiji 3 kilogram agar kembali sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(*)

Comments
Post a Comment