![]() |
| (foto/istimewa) |
Dimensintb.com, Lombok Timur – Di tengah dominasi lahan kering yang mencapai lebih dari 70 persen, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, mulai melirik inovasi pertanian berbasis ekonomi hijau sebagai jalan keluar. Salah satu terobosan yang kini digaungkan adalah penerapan sistem irigasi tetes, yang dinilai mampu menjawab persoalan klasik keterbatasan air.
Inisiatif ini didorong oleh Speaker Kampung melalui peran aktif jurnalis warga, yang tidak hanya menyuarakan persoalan di lapangan, tetapi juga menghadirkan solusi konkret bagi petani. Sistem irigasi tetes dinilai sebagai pendekatan modern yang efisien sekaligus ramah lingkungan.
Direktur Yayasan Speaker Kampung, Hajad Guna Roasmadi, menegaskan bahwa perubahan pola pikir petani menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan iklim dan keterbatasan sumber daya air.
“Kita tidak bisa terus bergantung pada musim hujan. Jika cara konvensional terus dipakai, hasil panen akan selalu tidak menentu. Irigasi tetes ini adalah jawaban—hemat air, produktivitas meningkat, dan ekosistem tetap terjaga,” ujarnya, Rabu (25/3).
Ia menjelaskan, sistem irigasi tetes bekerja dengan menyalurkan air langsung ke akar tanaman melalui selang kecil yang terhubung ke sumber air atau tandon. Metode ini mampu menekan penggunaan air hingga lebih dari 50 persen dibandingkan penyiraman biasa, sekaligus meningkatkan efektivitas penyerapan pupuk oleh tanaman.
Pengalaman pribadinya selama dua tahun mengelola lahan kering menjadi dasar keyakinannya terhadap teknologi ini. Ia menilai irigasi tetes mampu menghidupkan kembali lahan yang selama ini terbengkalai saat musim kemarau.
Lebih lanjut, ia mendorong agar penerapan irigasi tetes didukung dengan pembangunan reservoir air hujan. Dalam skema ideal, sekitar 5 are dari setiap hektare lahan dialokasikan sebagai kolam penampungan air untuk memastikan ketersediaan selama musim kering.
“Irigasi tetes harus dikampanyekan secara masif. Ini bukan hanya teknologi, tapi solusi masa depan bagi petani lahan kering,” tegasnya.
Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Kepala Dinas Pertanian melalui Kabid Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Zukiadi, menyatakan pihaknya siap mengawal pengembangan program tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Speaker Kampung. Ini sejalan dengan visi daerah dalam mendorong pertanian adaptif terhadap perubahan iklim. Ke depan, akan ada pendampingan serta bantuan paket irigasi tetes bagi desa-desa yang membutuhkan,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa urusan prasarana seperti irigasi berada dalam kewenangan Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), sehingga koordinasi lintas bidang tetap diperlukan untuk realisasi program secara menyeluruh.
Pertemuan yang membahas inisiatif tersebut juga diwarnai penyampaian permohonan maaf kepada sejumlah pihak yang belum sempat hadir, termasuk Kepala UPP dan para penyuluh pertanian.
Ke depan, kampanye ekonomi hijau melalui irigasi tetes diharapkan dapat meluas ke seluruh desa di Kecamatan Suela. Dengan pendekatan ini, efisiensi air tidak hanya menjadi solusi teknis, tetapi juga kunci untuk meningkatkan produktivitas, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendorong kesejahteraan petani secara berkelanjutan.(*)

Comments
Post a Comment