(foto/istimewa)

Dimensintb.com, Lombok Timur – Pesona Sembalun di kaki Gunung Rinjani kembali menunjukkan daya tariknya. Pada momentum libur Lebaran 2026, kawasan ini tidak hanya dipadati pendaki, tetapi juga wisatawan keluarga yang mengusung tren baru bertajuk family adventure.

Jika sebelumnya aktivitas mendaki menjadi tujuan utama, kini wisatawan lebih memilih menikmati suasana alam pegunungan melalui konsep camping eksklusif yang nyaman dan ramah keluarga.

Salah satu lokasi yang menjadi magnet adalah Sembalun Camper, camping ground yang berada di kaki Bukit Pergasingan, tepat di jalur lingkar Sembalun. Tempat ini dipadati pengunjung dari berbagai daerah, bahkan hingga wisatawan mancanegara.

Pemilik Sembalun Camper, Resil, mengungkapkan bahwa ide usaha tersebut berangkat dari pengalamannya sebagai pemandu wisata. Ia kerap mendengar keinginan wisatawan yang ingin berkemah tanpa harus jauh dari kendaraan mereka.

“Awalnya saya pemandu wisata, sering dengar keluhan tamu. Mereka ingin camping tapi tetap dekat dengan mobil, terutama pengguna campervan,” ujarnya, Minggu (29/3).

Berbekal lahan pribadi yang sebelumnya ditanami kopi dan jeruk, Resil mulai mengembangkan konsep camping ground selama lima tahun hingga akhirnya resmi dibuka pada akhir 2024.

Momentum Lebaran 2026 menjadi titik lonjakan kunjungan. Meski sempat tutup saat Ramadan akibat cuaca ekstrem, Sembalun Camper langsung diserbu wisatawan begitu kembali dibuka.

“Baru posting buka, besoknya hampir penuh. Tiga malam terakhir ini full terus. Omzet kotor per malam bisa sampai Rp7 juta,” ungkapnya.

Salah satu daya tarik utama adalah fasilitas glamping (glamorous camping) yang menawarkan kenyamanan layaknya hotel di tengah alam terbuka. Tenda-tenda yang disediakan telah dilengkapi kasur, selimut, listrik, hingga peralatan memasak.

“Sekarang tamu lebih suka glamping. Walaupun lebih mahal dari hotel, mereka tetap pilih karena suasananya langsung menghadap Rinjani dan perbukitan,” jelas Resil.

Untuk tarif, paket glamping dibanderol mulai Rp650 ribu per malam, sementara tenda standar berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu lengkap dengan sarapan. Pengunjung yang membawa perlengkapan sendiri cukup membayar Rp50 ribu untuk dewasa dan Rp25 ribu untuk anak-anak.

Salah seorang wisatawan asal Bekasi, Azis, mengaku Sembalun menjadi destinasi favoritnya untuk berlibur bersama keluarga.

“Di sini anak-anak bisa lepas dari HP, udara bersih dan suasananya alami. Ini pengalaman yang sulit didapat di kota,” katanya.

Hal senada disampaikan Baharudin, warga Narmada, Lombok Barat, yang telah berulang kali berkemah di kawasan tersebut. Menurutnya, fasilitas yang lengkap menjadi alasan utama memilih Sembalun Camper.

“View-nya luar biasa, bisa lihat Rinjani dan Pergasingan. Fasilitasnya juga lengkap, ada mushola dan kamar mandi bersih,” ujarnya.

Di balik kesuksesan tersebut, pengelola masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, khususnya pasokan listrik dan air bersih. Saat ini operasional masih mengandalkan genset dan tenaga surya.

Meski demikian, inovasi terus dilakukan. Dalam waktu dekat, Sembalun Camper akan menghadirkan paket wisata baru berupa aktivitas berkuda mengelilingi area persawahan.

“Kita siapkan paket keliling sawah naik kuda, mulai Rp70 ribu. Harapannya wisatawan bisa lebih menyatu dengan alam,” tutup Resil.

Dengan konsep wisata yang terus berkembang, Sembalun kian mengukuhkan diri sebagai destinasi unggulan di Nusa Tenggara Barat, terutama bagi wisatawan keluarga yang mencari ketenangan di alam terbuka.(*)