Dimensintb.com, Lombok Timur – Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Timur (Lotim) memastikan ketersediaan buku nikah dalam kondisi aman untuk menghadapi lonjakan pernikahan pada bulan Syawal 1447 H. Sebanyak 2.700 buku nikah saat ini telah tersedia sebagai cadangan, di luar distribusi yang telah disalurkan ke seluruh Kantor Urusan Agama (KUA).
Kepala Seksi (Kasi) Bina Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Lotim, Lalu Miftahussurur, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan, termasuk memastikan ketersediaan logistik dan kesiapan sumber daya penghulu.
“Insyaallah untuk buku nikah aman. Karena sisa tahun kemarin di kantor saat ini sudah 2.700 buku nikah dari jumlah yang kami siapkan 9.000 buku nikah. Terdistribusi 6.300 ke semua KUA, dan itu belum habis semuanya,” ungkapnya.
Menurutnya, tren pernikahan di Lotim setiap tahunnya mengalami peningkatan signifikan pada bulan Syawal atau setelah Hari Raya Idulfitri. Jika pada bulan biasa angka pernikahan berkisar antara 500 hingga 600 peristiwa, maka pada bulan Syawal dapat melonjak hingga lebih dari 1.000 pernikahan.
“Biasanya setiap bulan ada lima ratus sampai enam ratus, tapi kalau di bulan setelah lebaran ini biasanya mencapai seribu lebih dalam satu bulan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Kemenag Lotim juga telah menggelar rapat koordinasi dengan seluruh penghulu di masing-masing KUA. Dalam rapat tersebut, para penghulu diminta untuk tidak mengambil cuti guna memastikan pelayanan tetap berjalan maksimal dan tidak terjadi penumpukan jadwal pernikahan.
“Sudah kami rapat koordinasi bersama semua penghulu di masing-masing KUA, untuk tidak mengambil cuti. Kami juga mengingatkan agar waktu pelaksanaan bisa disingkat, supaya tidak terjadi keterlambatan di tempat lain, karena jadwal mereka cukup padat setelah lebaran,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan terdapat lima kecamatan yang diprediksi mengalami lonjakan permintaan buku nikah tertinggi, yakni Kecamatan Selong, Masbagik, Aikmel, Pringgabaya, dan Wanasaba.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa ketersediaan buku nikah tetap aman, baik di tingkat Kemenag Lotim maupun di Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag NTB.
“Intinya untuk buku nikah aman. Kami juga berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga sudah bisa antisipasi kebutuhan di wilayah yang tingkat pernikahannya tinggi,” pungkasnya.(*)

Comments
Post a Comment