![]() |
| Pengurus DPC PDI Perjuangan Lombok Timur memberikan bantuan kepada Kadernya yang mengalami musibah kebakar. |
Dimensintb.com, Lombok Timur - Musibah kebakaran yang meluluhlantakkan rumah Suryadi, kader akar rumput PDI Perjuangan Lombok Timur, menjadi ujian nyata makna gotong royong dalam tubuh partai berlambang banteng tersebut.
Peristiwa memilukan itu terjadi tak lama setelah Suryadi pulang mengikuti Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPC PDI Perjuangan Lombok Timur. Setibanya di rumah yang berada di wilayah Wanasaba Lauk, Bagek Anjar RT 3, ia justru mendapati kediamannya telah rata dengan tanah, hangus dilalap api, menyisakan puing dan duka mendalam.
Kabar musibah itu dengan cepat menyebar dan menggugah empati seluruh jajaran partai. Tanpa menunggu lama, keluarga besar DPC PDI Perjuangan Lombok Timur langsung bergerak, menggalang bantuan sebagai wujud solidaritas terhadap kader yang tertimpa cobaan.
Aksi kemanusiaan tersebut mendapat dukungan luas. Ketua DPD PDI Perjuangan NTB yang juga Anggota DPR RI Dapil NTB II Pulau Lombok, Rachmat Hidayat, turut ambil bagian. Dukungan juga mengalir dari Fraksi PDI Perjuangan Kota Mataram, Sumbawa Barat, hingga Fraksi DPRD Lombok Timur.
Santunan diserahkan langsung oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lombok Timur, Ahmad Amrullah, kepada Suryadi di lokasi kediamannya, Minggu (1/3).
Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Timur, Ahmad Sukro, menegaskan bahwa kepedulian terhadap kader dan rakyat adalah napas perjuangan partai.
“Musibah yang menimpa saudara kita Suryadi adalah duka kita bersama. PDI Perjuangan lahir dari rahim rakyat, tumbuh dari semangat kebersamaan, dan berdiri kokoh karena gotong royong. Kita tidak boleh membiarkan kader kita berjalan sendiri dalam kesedihan,” tegasnya.
Menurut Sukro, solidaritas bukan sekadar jargon ideologis, melainkan harus hadir dalam tindakan nyata.
“Ketika satu kader tertimpa musibah, seluruh keluarga besar partai harus bergerak. Ini bukan hanya bantuan materi, tetapi pesan bahwa kita tidak pernah sendiri—baik dalam perjuangan politik maupun dalam cobaan hidup,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai keberpihakan kepada wong cilik dan politik berperikemanusiaan harus terus dijaga, dari tingkat desa hingga nasional.
Sementara itu, Ahmad Amrullah menyampaikan rasa haru dan terima kasih kepada seluruh elemen partai yang telah menunjukkan kepedulian.
“Bantuan ini mungkin tidak mampu menggantikan semua yang hilang, tetapi kami berharap bisa menjadi penguat. Inilah wajah gotong royong PDI Perjuangan—bergerak bersama, membantu dengan hati, dan merawat kemanusiaan,” ucapnya.
Ia menegaskan, kehadiran partai bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga semangat agar Suryadi dapat bangkit dan menata kembali kehidupannya.
Aksi solidaritas ini kembali menegaskan bahwa nilai kebersamaan dan gotong royong tetap menjadi fondasi utama gerakan PDI Perjuangan bukan hanya dalam arena politik, tetapi juga dalam denyut kehidupan sosial masyarakat.(*)

Comments
Post a Comment