(Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisan.

Dimensintb.com, Lombok Timur -Kelangkaan LPG 3 kilogram bersubsidi yang terjadi di sejumlah wilayah Lombok Timur diduga kuat dipicu oleh aksi panic buying (perilaku panik) di tengah masyarakat. Pasalnya ada tambahan sekitar  24 ribu tabung LPG ke empat kecamatan terdampak. Jumlah tersebut dinilai cukup signifikan untuk mengurai kelangkaan yang sempat terjadi di tingkat masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, usai mengikuti Paripurna DPRD Lotim pada Selasa (7/4). Menyikapi kondisi distribusi gas bersubsidi dalam beberapa waktu terakhir.

“Curigaan saya, ini karena panic buying. Sebenarnya stok ada, tapi masyarakat terlalu khawatir,” ujarnya.

Menurutnya, lonjakan permintaan yang tidak wajar menjadi salah satu indikator terjadinya kepanikan di masyarakat. Kondisi tersebut diperparah dengan derasnya arus informasi, baik dari media sosial maupun pemberitaan, yang turut memengaruhi psikologis publik.

Karena itu, Bupati mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Ia menegaskan, pemerintah pusat telah memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar maupun kebutuhan pokok lainnya.

“Pak Presiden sudah menyampaikan bahwa harga BBM tidak naik, harga barang juga tidak naik. Jadi tidak perlu panik,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah membentuk satuan tugas (Satgas) untuk memantau distribusi LPG di lapangan. Satgas ini bertugas memastikan penyaluran berjalan lancar serta tepat sasaran.

Meski demikian, Bupati mengakui bahwa kewenangan pemerintah daerah dalam mengintervensi distribusi LPG, khususnya di tingkat pangkalan, masih terbatas. Oleh karena itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Pertamina, guna mencari solusi yang tepat.

"Masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi serta tidak terpancing melakukan pembelian berlebihan, agar ketersediaan LPG tetap stabil dan merata di seluruh wilayah," tandasnya.(*)