Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur, Dr. H. Pathurrahman.

Dimensintb.com, Lombok Timur – Ratusan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur dilaporkan mengalami penutupan operasional sementara. Kondisi ini dipicu oleh sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum memenuhi standar pengelolaan lingkungan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur, H. Pathurrahman, menyatakan kesiapan untuk memberikan fasilitasi serta edukasi kepada para pengelola dapur MBG agar dapat memenuhi ketentuan yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa pihaknya memiliki peran dalam mendampingi pengelolaan limbah, baik cair maupun padat, guna mencegah potensi pencemaran lingkungan.

“Kami siap memfasilitasi, terutama dalam memberikan edukasi terkait pembuatan dan pengelolaan IPAL. Prinsipnya kami mendukung dan membantu jika memang dibutuhkan,” ujarnya, Kamis (2/4).

Ia menjelaskan, sejumlah pengelola dapur MBG sebelumnya telah mengajukan permohonan fasilitasi kepada DLH, baik dalam bentuk edukasi pengelolaan IPAL maupun dukungan pengangkutan sampah. Bahkan, DLH juga telah terlibat dalam beberapa kegiatan pengangkutan sampah di lapangan.

Menurutnya, persoalan IPAL yang tidak sesuai spesifikasi menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan penghentian sementara operasional dapur MBG. Karena itu, pengelolaan limbah harus dilakukan secara tepat dan terstandar.

“IPAL yang baik harus terkelola dengan benar, baik limbah air maupun limbah padatnya, sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pathurrahman menyebutkan bahwa sebagian pengelola dapur sebenarnya telah lebih dulu meminta pendampingan sejak awal operasional. Namun demikian, ia menegaskan bahwa DLH hanya berperan sebagai fasilitator dan pemberi edukasi, bukan pelaksana teknis di lapangan.

Terkait sosialisasi, DLH mengakui telah melakukan edukasi secara umum, meskipun belum menjangkau seluruh pengelola dapur MBG secara spesifik.

“Pada prinsipnya kami siap jika diminta untuk melakukan fasilitasi dan edukasi. Tugas kami adalah memberikan pemahaman dan pendidikan kepada masyarakat,” tandasnya.(*)