(foto/istimewa)

Dimensintb.com, Lombok Timur – Suasana pintu pendakian Gunung Rinjani di rest area jalur Sembalun dipadati ratusan pendaki pada hari pertama pembukaan jalur pendakian, Rabu (1/4). Antusiasme tinggi terlihat sejak pagi, menandai dimulainya kembali aktivitas pendakian setelah penutupan selama tiga bulan akibat cuaca ekstrem dan pemulihan ekosistem.

Para pendaki mulai berdatangan bahkan sebelum loket registrasi dibuka. Tepat pukul 07.00 WITA, loket langsung diserbu calon pendaki yang hendak melakukan pendaftaran.

Kepala Seksi Subbagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Astekita Ardi Arisno, mengatakan lonjakan pendaki sudah terlihat sejak dini hari.

“Bahkan sebelum jam 07.00 WITA pendaki sudah mulai datang. Begitu loket dibuka langsung ramai untuk registrasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kuota pendakian dibatasi maksimal 700 orang per hari yang tersebar di enam jalur resmi, yakni Sembalun, Senaru, Torean, Aik Berik, Timbanuh, dan Tetebatu.

Pada hari pertama ini, mayoritas pendaki didominasi wisatawan nusantara, meskipun sejumlah wisatawan mancanegara juga terlihat ikut mengantre sejak pagi.

“Untuk hari pertama hingga beberapa hari ke depan masih didominasi wisatawan lokal,” katanya.

Para pendaki tampak membawa perlengkapan lengkap, mulai dari carrier, jaket tebal, hingga tenda. Mereka juga memanfaatkan momen dengan berfoto di gerbang TNGR sebelum memulai perjalanan menuju puncak.

Salah seorang pendaki asal Jawa Tengah, Zaki Firmansyah (23), mengaku telah lama merencanakan pendakian ini dan tak sabar kembali menikmati keindahan Gunung Rinjani.

“Kami sudah menunggu momen ini. Setelah lama ditutup, akhirnya bisa naik lagi untuk melihat puncak dan Danau Segara Anak,” ungkapnya.

Zaki bahkan rela datang lebih awal ke Lombok dan menginap selama tiga hari demi memastikan bisa ikut pada hari pertama pembukaan.

“Sudah tiga hari di Lombok, tinggal menunggu cuaca saja supaya mendukung,” tambahnya.

Selain pendaki, aktivitas juga terlihat padat di sekitar lokasi dengan lalu lalang treking organizer (TO) yang sibuk mengurus perlengkapan dan registrasi para tamu.

Dibukanya kembali jalur pendakian Gunung Rinjani ini diharapkan dapat kembali menggeliatkan sektor pariwisata, khususnya wisata alam di Nusa Tenggara Barat, dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan keselamatan pendaki.(*)