![]() |
| Akses jalan rusak dan dipenuhi debu yang dikeluhkan Warga Desa Kalijaga Timur. Diduga akibat aktivitas pengangkutan material galian C. |
Dimensintb.com, Lombok Timur – Warga Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur (Lotim), mengeluhkan kondisi jalan rusak parah dan dipenuhi debu yang diduga akibat aktivitas pengangkutan material galian C.
Kerusakan jalan tersebut disebut sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa perbaikan signifikan. Warga menilai, lalu lalang truk pengangkut pasir menjadi penyebab utama rusaknya infrastruktur di wilayah tersebut.
“Sudah bertahun-tahun jalan ini rusak. Jalan ini sering dilalui truk-truk pengangkut pasir dari lokasi galian, ini yang menyebabkan jalan di desa kami rusak parah,” ujar Mustaqim, warga setempat, Jumat (10/4/2026).
Selain rusak, debu tebal yang beterbangan saat truk melintas juga menjadi keluhan utama warga. Kondisi ini dinilai sangat mengganggu, terutama bagi pengendara sepeda motor.
“Kalau kita pakai motor dan berada di belakang truk, debunya sangat mengganggu sekali. Di sini memang jalur lalu lalang truk,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan Nurhasanah. Ia mengaku harus menggunakan masker setiap melintas di jalan tersebut, terutama saat cuaca panas.
“Kalau lewat sini harus pakai masker, apalagi siang hari. Saya sering lewat sini pulang dari pasar dan antar jemput anak sekolah. Debunya itu yang membuat tidak nyaman,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi jalan semakin parah saat musim hujan. Jalan berubah menjadi becek dan dipenuhi kubangan air, sementara saat musim kemarau debu beterbangan di sepanjang ruas jalan.
“Kalau musim hujan becek, banyak kubangan. Kalau kemarau seperti sekarang, debunya yang parah,” ujarnya.
Semnatara itu, Kepala Desa Kalijaga Timur, Hiswaton, menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat. Selain digunakan warga sehari-hari, jalan itu juga menjadi penghubung tiga kecamatan, yakni Wanasaba, Aikmel, dan Labuhan Haji.
“Ini akses utama warga, baik ke pasar maupun untuk antar anak sekolah. Panjang jalan yang rusak sekitar tiga kilometer dan ini jalur penghubung tiga kecamatan, jadi sangat penting,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, pihak desa telah berulang kali melaporkan kondisi tersebut ke Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Namun hingga kini, belum ada realisasi perbaikan.
“Sudah sering kami laporkan, proposal juga berkali-kali dikirim, tapi belum ada perbaikan,” katanya.
Bahkan, warga sempat melakukan aksi blokade jalan sebagai bentuk protes. Namun upaya tersebut hanya berujung janji tanpa tindak lanjut nyata.
“Warga pernah blokade jalan, tapi hasilnya hanya janji-janji. Terakhir kami laporkan lagi ke Pak Bupati, dijanjikan akan dianggarkan pada perubahan,” imbuhnya.
Ia pun mengkhawatirkan dampak kesehatan akibat kondisi tersebut. Berdasarkan data Puskesmas setempat, kasus gangguan pernapasan meningkat saat musim kemarau.
“Kami khawatir kalau dibiarkan terus, warga akan semakin banyak mengalami gangguan pernapasan. Data dari Puskesmas memang menunjukkan peningkatan saat musim kemarau,” pungkasnya.

Comments
Post a Comment