Dimensintb.com, Lombok Timur – Kelangkaan Gas LPG 3 kilogram masih menjadi keluhan masyarakat Lombok Timur (Lotim). Kondisi ini tidak hanya menyulitkan warga, tetapi juga berdampak serius terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bergantung pada gas subsidi tersebut.

Di sejumlah pangkalan, warga terpaksa mengantre sejak pagi hari demi mendapatkan gas melon. Antrean panjang yang disertai desak-desakan bahkan memicu insiden, di mana seorang warga dilaporkan pingsan akibat kelelahan dan cuaca panas.

“Berjam-jam tadi kami menunggu dari jam 9 pagi. Berdesak-desakan karena banyak orang yang ingin membeli gas LPG 3 Kg ini,” ujar Suratturahman, salah seorang warga, Sabtu (4/4).

Ia menuturkan, kondisi semakin tidak kondusif karena cuaca panas dan padatnya antrean. Salah satu warga yang mengantre sempat pingsan akibat kesulitan bernapas di tengah kerumunan.

“Ada juga yang pingsan karena kesulitan bernapas, karena orang mengantri kan berdesak-desakan, cuaca juga tadi cukup panas,” tambahnya.

Kepanikan sempat terjadi saat insiden tersebut berlangsung. Meski sebagian warga berupaya memberikan pertolongan, banyak lainnya tetap bertahan dalam antrean demi mendapatkan gas.

Kelangkaan LPG 3 kg ini turut memukul pelaku UMKM. Surat yang berjualan terang bulan mini mengaku kesulitan menjalankan usahanya akibat terbatasnya pasokan gas.

“Saya siasati pakai gas di rumah, kami makan nasi bungkus, yang penting jualan tetap jalan. Nah hari ini gas saya sudah habis makanya cari keliling ke pangkalan tapi gasnya tidak ada,” keluhnya.

Ia bahkan mengaku rela membeli gas dengan harga berapa pun, asalkan tersedia. Namun kenyataannya, gas tetap sulit ditemukan.

“Berapapun harganya saya siap beli yang penting ada, tapi ini kan tidak ada yang kita beli,” katanya.

Hal serupa disampaikan Fitri, warga lainnya yang telah mengantre lebih dari dua jam namun belum juga mendapatkan gas. Ia menyebut pembelian di pangkalan juga disertai syarat membawa KTP.

“Syaratnya harus bawa KTP untuk beli di pangkalan. Meskipun sudah mengantri sudah dua jam lebih, tapi tidak juga dapat,” ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Daerah Lotim HM. Juaini Taofik, sampaikan bahwa pihaknya telah ditugaskan oleh Bupati Lotim untuk segera berkoordinasi dengan Pertamina Ampenan.

Ia mengungkapkan, setelah berkordinasi dalam waktu dekat Lotim akan kembali mendapatkan tambahan pasokan (extra dropping) LPG 3 kg.

“Barusan kami ditugaskan Pak Bupati untuk koordinasi dengan Pertamina Ampenan. Berita baiknya, dalam waktu dekat Lotim akan disuplai kembali extra dropping sebagaimana H+1 sampai H+7 Lebaran,” jelasnya.

Pemerintah daerah bersama camat dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga terus melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan kondisi segera normal.

“Kami bersama camat dan OPD terkait terus juga memonitor situasi ini. Kami mohon maaf juga belum cepat menormalkan kondisi,” pungkasnya.