![]() |
| Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah, yang juga mantan Wakil Gubernur NTB periode 2018–2023. |
Dimensintb.com, Mataram – Peringatan Hari Kartini 2026 menjadi momentum penting bagi kaum perempuan di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk terus memperkuat peran dan kontribusi di berbagai sektor.
Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah, yang juga merupakan saat ditemui di gedung Rektorat universitas Hanzanwadi (UNHAM), Selasa (21/20).
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Siti Rohmi Djalilah, yang juga mantan Wakil Gubernur NTB periode 2018–2023, menyampaikan peringatan Hari Kartini tahun ini bertepatan dengan hari lahir Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI), yang dikenal sebagai salah satu sekolah perempuan pertama di NTB.
Momentum tersebut dinilai semakin memperkuat semangat perempuan untuk terus berkiprah. "Kita berharap perayaan ini memberikan motivasi sebesar-besarnya bagi perempuan NTB untuk berkontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan agama," ujarnya.
Menurutnya, kiprah perempuan saat ini semakin nyata dan merata di berbagai bidang kehidupan, mulai dari profesi tenaga kesehatan, akademisi, hingga aparat keamanan. Bahkan, perempuan kini telah banyak mengisi posisi strategis, termasuk di dunia pendidikan.
Rektor UNHAS yang krab dipanggil Ummi Rohmi, tegaskan bahwa tidak ada lagi batasan antara laki-laki dan perempuan dalam mengakses maupun berkontribusi di sektor pendidikan. Banyak perempuan yang kini menjadi dosen, profesor, hingga pimpinan lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Ummi Rohmi juga mengajak perempuan untuk terus menjaga optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk dinamika global dan perkembangan teknologi. Menurutnya, optimisme menjadi modal utama dalam membangun daerah dan bangsa.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi tidak boleh dianggap sebagai ancaman, melainkan harus dihadapi secara adaptif. Teknologi, lanjutnya, ibarat dua mata pisau yang bisa memberikan manfaat besar jika digunakan dengan bijak, namun juga dapat berdampak negatif jika disalahgunakan.
"Yang bisa kita lakukan adalah menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi. Untuk itu, pendidikan menjadi sangat penting agar kita mampu memanfaatkannya secara positif," jelasnya.
Lebih jauh, Ummi Rohmi menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya perempuan milenial dan generasi Z, untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan dan penguasaan teknologi.
Dengan bekal tersebut, diharapkan perempuan dapat memberikan kontribusi maksimal dalam pembangunan daerah maupun nasional. "Kita percaya dengan kolaborasi dan kebersamaan, perempuan NTB dan Indonesia akan terus memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan dan pembangunan," pungkasnya.(*)

Comments
Post a Comment