rapat koordinasi bersama Pertamina, agen, dan perwakilan pangkalan LPG di Ruang Rapat Bupati Lombok Timur (Lotim), Senin (13/4).

Dimensintb.com, Lombok Timur – Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, HM. Juaini Taofik, menegaskan bahwa pasokan LPG 3 kilogram di wilayahnya dalam kondisi aman, meski di lapangan muncul keluhan sulitnya masyarakat mendapatkan gas bersubsidi tersebut.

Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Pertamina, agen, dan perwakilan pangkalan LPG di Ruang Rapat Bupati Lombok Timur (Lotim), Senin (13/4).

Menurutnya, pemerintah daerah bersama satgas telah melakukan berbagai langkah pengawasan, termasuk inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi serta operasi pasar guna menjaga stabilitas.

“Satgas bersama agen juga telah menggelar operasi pasar untuk stabilisasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan ekstra dropping serta skema penyaluran fakultatif yang diterapkan seharusnya sudah mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. Bahkan, alokasi yang disalurkan saat ini disebut telah melebihi distribusi normal.

“Alokasi sekarang sudah sangat melebihi penyaluran normal. Isu tersendatnya pasokan tidaklah benar,” tegasnya.

Meski demikian, di tingkat agen, kondisi di lapangan masih menghadapi tantangan. Salah seorang agen LPG, Reza, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan pangkalan untuk mengimbau masyarakat agar membeli LPG sesuai kebutuhan, yakni satu tabung per orang.

Namun, fenomena panic buying membuat kondisi distribusi tetap tertekan. Bahkan, menurutnya, saat ini masyarakat cenderung membeli sekaligus tabung dan isinya.

“Para agen tidak bisa berbuat banyak, bahkan Pertamina pun kewalahan. Tren masyarakat sekarang membeli sekaligus tabung dan isinya,” jelasnya.

Ia menambahkan, meskipun penyaluran tambahan atau ekstra dropping telah dilakukan dan bahkan melebihi alokasi normal, pihak agen tetap mengingatkan agar penjualan dilakukan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Di sisi lain, penggunaan LPG subsidi yang tidak tepat sasaran juga menjadi persoalan serius. "Di Lotim, terdapat sekitar 1.000 kandang ayam, dan sebagian di antaranya ditemukan menggunakan LPG 3 kg. Selain itu, dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga turut memanfaatkan gas bersubsidi," pungkasnya.(*)