Sejumlah Dapur MBG di Lotim di tutup sementara oleh BGN RI

Dimensintb.com, Lombok Timur – Penutupan sementara sejumlah dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur mulai menimbulkan dampak langsung bagi masyarakat penerima manfaat. Distribusi makanan yang sebelumnya berjalan rutin kini mendadak terhenti.

Ketua Forum Mitra Emas Lombok Timur, Mualani, mengatakan kebijakan suspensi tersebut membuat warga yang selama ini bergantung pada program MBG harus menahan sementara bantuan yang biasa mereka terima.

“Yang sebelumnya sudah menerima, sekarang mendadak tidak lagi karena distribusi dihentikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penghentian operasional dapur merupakan tindak lanjut dari arahan Badan Gizi Nasional (BGN). Sebelumnya, BGN telah berulang kali mengingatkan para mitra melalui rapat daring hingga surat edaran resmi agar mematuhi standar operasional yang ditetapkan.

Sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi antara lain ketersediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), izin laik sehat, sertifikat keamanan pangan, hingga sertifikasi halal. Standar tersebut dinilai krusial untuk menjamin kualitas serta keamanan makanan bagi masyarakat.

Meski berdampak pada penerima manfaat, Mualani menilai langkah tegas ini sebagai upaya positif untuk mendorong kedisiplinan mitra dapur.

“Kami melihat ini sebagai langkah baik supaya mitra lebih disiplin dan segera melengkapi kekurangan,” katanya.

Ia mengakui masih ada mitra yang belum memenuhi seluruh persyaratan, baik karena kelalaian maupun keterlambatan dalam pengurusan administrasi. Namun, pihaknya memastikan masih ada ruang perbaikan yang diberikan.

Mitra yang telah memenuhi standar diminta tetap tenang, sementara yang belum diminta segera menuntaskan kekurangan dalam waktu singkat. Bahkan, perbaikan didorong bisa diselesaikan dalam satu hingga dua hari agar distribusi kembali normal.

Selain itu, koordinasi dengan koordinator wilayah dan satuan pelaksana program terus dilakukan guna mempercepat proses verifikasi dan pengunggahan dokumen persyaratan.

Mualani menegaskan, program MBG menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, sehingga aspek higienitas dan keamanan pangan tidak bisa ditawar. Jika standar tidak dipenuhi, sanksi lebih berat hingga penutupan permanen bisa diberlakukan.

“Kalau tidak memenuhi standar, tentu ada konsekuensi yang lebih besar. Maka kami minta semua mitra segera berbenah,” tegasnya.

Dengan kebijakan ini, seluruh mitra dapur diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan, sehingga program MBG dapat kembali berjalan optimal dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.