Acara perpisahan SMA Negeri Pringgabaya, Lombok Timur viral beredar di media sosial.

Dimensintb.com, Lombok Timur - Video sejumlah siswa berjoget dalam acara perpisahan di SMAN 1 Pringgabaya di Lombok Timur (Lotim), viral di media sosial (Medsos) dan menuai sorotan publik.

Dalam video yang beredar, terlihat siswa berjoget dengan gaya yang dinilai sebagian warganet menyerupai suasana hiburan malam.

Sejumlah komentar di medsos menilai pihak sekolah seharusnya lebih tegas dalam membatasi bentuk kegiatan siswa, terlebih jika berpotensi menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

“Sekolah itu tempat pendidikan, bukan tempat hiburan malam,” tulis salah satu warganet.

Komentar lainnya menyebutkan bahwa kegiatan perpisahan seharusnya diisi dengan hal yang lebih edukatif dan bermakna, bukan justru menampilkan hal-hal yang dinilai berlebihan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMAN 1 Pringgabaya, Hasanudin, berikan klarifikasi terkait kronologi kegiatan. Ia menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan rangkaian resmi perpisahan siswa kelas XII yang dimulai sejak pagi hari dengan upacara dan dilanjutkan sesi dokumentasi.

Menurutnya, kegiatan malam hari awalnya tidak diizinkan. Namun, siswa mengajukan permohonan untuk melanjutkan acara dengan alasan membuat video koreografi sebagai kenang-kenangan sekaligus menghindari aksi selebrasi di jalan seperti coret-coret maupun balapan liar.

“Dengan berbagai pertimbangan, termasuk adanya pengawasan dari guru, orang tua, dan aparat kepolisian, akhirnya kegiatan tersebut diizinkan,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Kamis (16/4).

Ia menambahkan, kegiatan malam itu juga dihadiri aparat dari kepolisian setempat serta disaksikan oleh orang tua siswa, dan secara umum berlangsung tertib.

Meski demikian, pihak sekolah mengakui adanya momen tambahan berupa hiburan musik yang kemudian menjadi sorotan publik.

“Kami menyayangkan adanya tambahan hiburan tersebut, walaupun hanya beberapa menit, apalagi jika dikaitkan dengan imbauan pemerintah agar kegiatan perpisahan tidak dilakukan secara berlebihan,” jelasnya.

Hasanudin memastikan, setelah kegiatan selesai seluruh siswa langsung kembali ke rumah masing-masing dengan dijemput oleh orang tua.

Pihak sekolah juga menegaskan akan melakukan evaluasi agar kegiatan serupa ke depan dapat berjalan lebih sesuai dengan nilai-nilai pendidikan dan harapan masyarakat.

Sementara itu, Kadis Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB, hingga berita ini diterbitkan belum ada pernyataan resmi terkait dengan kegiatan tersebut.(*)