![]() |
Wakil Bupati Lombok Timur, HM. Edwin Hadiwijaya. |
Dimensintb.com, Lombok Timur – Wakil Bupati Lombok Timur, Edwin Hadiwijaya, menegaskan pentingnya filosofi organisasi Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) yang secara konsisten memadukan aspek pendidikan dan sosial dalam setiap gerakannya.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-4 LPS Sirzam Pancor di Pancor, Sabtu (11/4).
Dalam sambutannya, Wabup menekankan bahwa sinergi antara pendidikan dan sosial menjadi kunci utama dalam menjawab berbagai tantangan zaman. Menurutnya, persoalan sosial tidak dapat diselesaikan secara efektif tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki pendidikan memadai.
“Pendidikan dan sosial itu di NWDI selalu bergandengan. Masalah-masalah sosial hanya bisa diselesaikan jika orang-orang berpendidikan yang mengerjakannya,” ujarnya.
Sejalan dengan visi nasional Prabowo Subianto dalam memutus rantai kemiskinan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga terus mendorong program strategis di sektor pendidikan. Salah satunya melalui pengembangan program “Sekolah Rakyat” dengan konsep boarding school.
Program yang saat ini dipusatkan di Lenek tersebut telah menampung sekitar 100 siswa dari keluarga kurang mampu. Selain itu, pemerintah daerah juga tengah memprioritaskan penyediaan lahan untuk pembangunan Sekolah Garuda sebagai bagian dari penguatan akses pendidikan.
Di sisi lain, Wabup turut menyoroti fenomena kepanikan masyarakat terhadap isu kelangkaan LPG yang sempat memicu lonjakan pembelian di tingkat rumah tangga. Ia menilai rendahnya literasi media sosial menjadi salah satu penyebab utama terjadinya panic buying.
“Kondisi pasokan yang menipis menjadi makin sulit karena kepanikan pembeli,” ungkapnya.
Pemerintah daerah kini fokus mempercepat distribusi pasokan setelah tambahan LPG masuk melalui Pelabuhan Lembar. Edwin menjelaskan, ketergantungan nasional terhadap impor LPG yang mencapai sekitar 80 persen turut memengaruhi kestabilan suplai di daerah, terlebih saat terjadi lonjakan konsumsi pada momentum Ramadan dan Idul Fitri.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar mulai menerapkan pola hidup hemat energi. Menurutnya, pengawasan terhadap subsidi listrik, LPG, dan BBM yang semakin ketat harus diimbangi dengan kesadaran kolektif agar tidak boros.
Selain itu, Pemkab Lombok Timur juga tengah menguji coba kebijakan Work From Home (WFH) sebagai langkah strategis untuk menekan konsumsi BBM di daerah.
“Kesadaran masyarakat menjadi kunci agar stabilitas ekonomi rumah tangga dan daerah tetap terjaga di tengah keterbatasan pasokan,” tutupnya. (*)

Comments
Post a Comment