Dimensintb.com, Lombok Timur - Upaya memperkuat pengawasan pangan terus digencarkan. BBPOM Mataram menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan penyuluhan komunitas pasar di Pasar Kota Raja, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Rabu (20/5).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan advokasi Program Nasional Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), Desa Pangan Aman, serta Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) Tahun 2026 di Lombok Timur (Lotim).

Sebanyak 21 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri dari para pedagang, pengelola pasar, hingga perwakilan dari Dinas Perdagangan Lotim yang memiliki peran dalam pembinaan dan pengawasan pasar intervensi tahun ini.

Ketua Tim Infokom BBPOM di Mataram, Winartutik, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas komunitas pasar dalam melakukan pengawasan keamanan pangan secara mandiri.

“Melalui pemberdayaan komunitas pasar, diharapkan para petugas mampu mengendalikan peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya, sehingga tercipta lingkungan pasar yang aman dan sehat,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, BBPOM juga mengungkap temuan adanya sejumlah produk pangan yang masih mengandung bahan berbahaya seperti boraks atau sode. Produk tersebut di antaranya kerupuk terigu, kerupuk nasi, pencok nasi, hingga mie basah.

Temuan ini menjadi perhatian serius, mengingat penggunaan boraks pada pangan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Karena itu, diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor antara Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Ketahanan Pangan guna memastikan pengawasan berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.

Selain itu, peserta juga dibekali berbagai materi edukatif, mulai dari pengenalan program PPABK, ciri-ciri pangan berbahaya, edukasi Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa), hingga layanan pengaduan melalui Hallo BPOM.(*)