Klinik Pariwisata Internasional Nusa Medica, Sembalun, Lombok Timur.

Dimensintb.com, Lombok Timur – Standar keselamatan wisata di kawasan Gunung Rinjani resmi naik level. Klinik Pariwisata Internasional Nusa Medica dijadwalkan mulai beroperasi pada minggu pertama Juni 2026 di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.

Kehadiran fasilitas kesehatan berstandar internasional ini bukan sekadar pelengkap destinasi wisata, tetapi menjadi sistem penanganan darurat di kawasan pendakian Rinjani yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan akses medis cepat.

Direktur Operasional Nusa Medica Clinic Group, dr. Rosalia Puspita Jaya, tegaskan bahwa klinik ini dirancang untuk menjawab kebutuhan layanan medis darurat, khususnya bagi wisatawan dan aktivitas pendakian.

“Nusa Medica hadir bukan hanya sebagai klinik swasta, tapi juga untuk mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, terutama kasus kegawatdaruratan di kawasan wisata,” ujarnya, Kamis (21/5).

Klinik ini beroperasi 24 jam dengan dukungan empat dokter dan enam perawat yang bertugas secara bergiliran, dilengkapi fasilitas medis modern seperti Automated External Defibrillator (AED), ruang observasi hingga 24 jam, layanan vaksinasi, serta apotek lengkap.

Nusa Medica membawa sistem evakuasi medis udara (heli-evacuation) melalui kerja sama dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Basarnas, dan operator air ambulance berbasis Bali. Sistem ini memungkinkan penanganan cepat bagi korban dalam kondisi kritis di jalur pendakian.

“Wisatawan asing bahkan bisa langsung menggunakan asuransi internasional secara cashless, termasuk evakuasi helikopter hingga ke rumah sakit tujuan,” jelasnya.

Langkah ini diapresiasi oleh Ketua Tim Medis Edelweis Medical Help Center (EMHC) Sembalun, Mustiadi. Menurutnya, sistem evakuasi udara merupakan kebutuhan mutlak bagi destinasi wisata kelas dunia seperti Rinjani.

“Ke depan, kita tidak bisa lagi mengandalkan metode konvensional. Evakuasi helikopter adalah tuntutan zaman untuk kasus gawat darurat di gunung,” tegasnya.

Ia menjelaskan, evakuasi udara diprioritaskan bagi korban dengan kondisi mengancam nyawa, seperti patah tulang serius atau pendarahan hebat. Sementara untuk kasus non-darurat, tetap menggunakan prosedur evakuasi biasa.

Tak hanya fokus pada wisatawan, Nusa Medica juga membawa misi sosial. Manajer Klinik, Eriwin Hidayat, memastikan masyarakat lokal tetap menjadi prioritas pelayanan, termasuk penyediaan ambulans gratis 24 jam untuk kondisi darurat.

“Kami hadir untuk masyarakat juga. Jika ada kebutuhan mendesak, warga bisa langsung berkoordinasi dengan tim kami kapan saja,” ujarnya.

Secara sistem, Nusa Medica tidak berdiri sendiri. Klinik ini terintegrasi dengan layanan kesehatan daerah seperti Puskesmas Sembalun dan RSUD rujukan, termasuk RSUD Dr. R. Soedjono Selong. Skema kolaborasi ini memastikan pasien mendapatkan penanganan berjenjang sesuai kebutuhan medisnya.

Dengan kehadiran klinik internasional ini, wajah pariwisata Sembalun dan Rinjani berubah signifikan. Dari sekadar destinasi petualangan, kini menjadi kawasan wisata dengan jaminan keselamatan kelas dunia.(*)