Dimensintb.com, Lombok Timur - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Bukit Sempana, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur (Lotim), akhirnya berhasil dipadamkan.

Api berhasil dijinakkan setelah tim gabungan yang terdiri dari pengelola, KPH Rinjani Timur, Manggala Agni, serta TNI-Polri berjibaku selama dua hari sejak kebakaran terjadi pada Selasa (9/6).

Pengelola Bukit Sempana, Sipawarman, memastikan kondisi saat ini sudah aman dari kobaran api. Namun demikian, aktivitas pendakian masih ditutup sementara hingga kondisi benar-benar pulih.

“Untuk sementara masih ditutup. Kemungkinan satu hingga dua minggu ke depan baru dibuka kembali, karena pasca kebakaran kondisi masih panas dan berdebu yang bisa mengganggu kesehatan pengunjung,” ujarnya, Jumat (12/6).

Sebelum dibuka kembali, pengelola akan melakukan pembenahan di sejumlah titik, mulai dari jalur pendakian, area perkemahan, hingga lokasi parkir. Menurutnya, pembersihan sisa kebakaran dan penataan ulang kawasan dilakukan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pengunjung.

“Rute pendakian, area camping, dan parkir akan kami perbaiki dan tata kembali agar pengunjung bisa lebih aman dan nyaman,” jelasnya.

Ia optimistis kondisi kawasan akan kembali hijau dalam waktu dekat. Menjelang Agustus, rumput yang terbakar diperkirakan mulai tumbuh kembali, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan, khususnya pada momentum peringatan 17 Agustus.

“InsyaAllah akan hijau kembali. Biasanya pengunjung ramai pada bulan Agustus, terutama tanggal 17,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala KPH Rinjani Timur Resort Sembalun, Supandi, ungkapkan total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 282 hektare. Api bahkan sempat menjalar hingga ke kawasan Bukit Jaran Kurus sebelum akhirnya berhasil dipadamkan.

“Api sempat mencapai Bukit Jaran Kurus, namun saat ini sudah tidak ada titik api aktif. Total luas lahan yang terbakar sekitar 282 hektare,” ungkapnya.

Ia menambahkan, proses pemadaman menghadapi berbagai kendala, terutama medan yang curam dan sulit dijangkau serta keterbatasan peralatan.

“Lokasinya cukup ekstrem. Untuk pemadaman kami hanya menggunakan ranting pohon, karena membawa peralatan dari bawah sangat sulit,” pungkasnya.

Saat ini, kawasan Bukit Sempana masih dalam tahap pemulihan dan akan dibuka kembali setelah dinyatakan aman bagi aktivitas wisata.(*)