Dimensintb.com, Mataram – Aksi kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh Gawah Lauq Lombok yang mendampingi lima pasien asal Kecamatan Jerowaru menuju Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, Selasa (9/6).
Pendampingan tersebut disambut haru oleh pasien dan keluarga. Mereka mengaku sangat terbantu dengan kehadiran relawan yang selama ini konsisten membantu masyarakat kurang mampu.
“Kami tidak bisa berkata-kata karena begitu bersyukur. Kehadiran Gawah Lauq Lombok yang terus membantu kami menjadi bukti bahwa masih ada orang-orang yang peduli kepada masyarakat kecil seperti kami. Kami hanya bisa membalas dengan doa di setiap salat,” ungkap salah satu keluarga pasien.
Apresiasi juga datang dari pihak rumah sakit. Kepala Bidang di RSJ Mutiara Sukma, H. Abdullah, menilai peran Gawah Lauq Lombok sangat membantu dalam menjembatani masyarakat untuk mendapatkan akses layanan kesehatan.
“Kehadiran Gawah Lauq Lombok sangat kami apresiasi. Ketulusan dan keikhlasan mereka telah banyak membantu masyarakat yang kurang beruntung untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, Ayunan SH menyampaikan bahwa kegiatan sosial tersebut lahir dari rasa kepedulian dan komitmen untuk terus hadir membantu sesama.
“Kami bersyukur dan bahagia bisa membantu. Karena membantu sesama bukan hanya dengan uang, tetapi juga dengan pikiran, waktu, tenaga, dan cara,” tuturnya.
Ia berharap ke depan Gawah Lauq Lombok dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah, provinsi hingga pusat agar pelayanan kepada masyarakat kurang beruntung dapat berjalan lebih optimal.
Meski belum memiliki armada ambulans maupun fasilitas pendukung lainnya, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi komunitas ini untuk terus bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan.
Di sisi lain, harapan juga disampaikan kepada seluruh fasilitas kesehatan agar terus meningkatkan kualitas pelayanan tanpa membedakan latar belakang ekonomi pasien.
"Pelayanan kesehatan yang layak merupakan hak seluruh masyarakat tanpa memandang status sosial," pungkasnya.(*)

Comments
Post a Comment