Ini salah satu momen komunitas Up Space mengelar kegiatan seminar dan sekaligus praktik di Selong.

Dimensintb.com, Lombok Timur - Di tengah keterbatasan ruang ekspresi bagi generasi muda di daerah, sosok Najwa Kanaya Idris (22) hadir sebagai motor penggerak perubahan.

Perempuan asal Masbagik Selatan, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur ini mampu memadukan kecakapan akademik dengan kepedulian sosial dalam membangun ekosistem kreatif yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Lulusan Sarjana Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut mencatatkan prestasi akademik gemilang. Ia berhasil menyelesaikan studinya hanya dalam waktu 3,5 tahun dengan predikat cumlaude, sebuah capaian yang mencerminkan dedikasi tinggi terhadap bidang yang ditekuninya.

Najwa Kanaya Idris

Namun, kiprah Najwa tidak berhenti di bangku kuliah. Selama merantau di Surabaya, ia aktif dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Lombok Surabaya (HIMALAYA) dan dipercaya sebagai Ketua Divisi Kewirausahaan.

Pengalaman itu mengasah kemampuan manajerial serta kepemimpinannya. Selain itu, ia juga terlibat dalam berbagai kompetisi K-Pop Dance yang memberinya wawasan luas mengenai industri hiburan dan manajemen acara.

Sekembalinya ke Lombok Timur (Lotim), Najwa melihat adanya kesenjangan antara geliat kreativitas di kota besar dengan minimnya ruang ekspresi di daerah. Alih-alih menunggu peluang, ia justru menciptakan peluang tersebut.

“Saya mendirikan dua komunitas sekaligus, yakni Up Space (Inkubator Keterampilan Tekstil & Kriya)  Lotim dan K-Pop Event Lotim,” ungkap Najwa, selaku inisiator komunitas Up Space Lotim, saat ditemui di kediamannya, Kamis malam (4/6).

Melalui komunitas Up Space Lotim, Najwa menghadirkan wadah edukatif berbasis keterampilan tekstil dan kriya. Berbagai pelatihan seperti menjahit, menyulam, merajut, membatik, hingga teknik pewarnaan kain Jepang (shibori) diberikan kepada masyarakat.

Program ini mendapat respons positif dan telah berjalan hingga tiga batch pelatihan. Tidak hanya meningkatkan keterampilan, komunitas ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi ibu rumah tangga dan pemuda melalui pengembangan UMKM kreatif.

“Kami kini mulai menjajaki kerja sama strategis dengan berbagai pihak, mulai dari kafe lokal, brand kecantikan, hingga sektor pariwisata sebagai atraksi wisata edukatif,” jelasnya.

Sementara itu, melalui K-Pop Event Lombok Timur, Najwa menciptakan ruang ekspresi bagi pecinta budaya pop Korea. Komunitas ini rutin menggelar Random Play Dance (RPD) dan latihan koreografi, serta membina anggota dalam berbagai aspek industri hiburan, seperti MC, makeup artist, stylist hingga event organizer.

Prestasi komunitas ini pun tak kalah membanggakan. Najwa mengungkapkan, pihaknya berhasil menarik sponsor dari brand nasional seperti Emina, serta tampil dalam acara Car Free Night yang didukung Pemerintah Daerah Lombok Timur, Bank NTB, dan BRI, dengan menampilkan 10 performa spektakuler yang disambut antusias masyarakat.

Pada Juni ini, Up Space Lotim juga dijadwalkan mewakili Lombok Timur dalam ajang Hobbicon, festival komunitas kreatif terbesar di Pulau Lombok.

Menurut Najwa, generasi muda saat ini dituntut untuk menjadi multitalenta agar mampu bersaing dan meningkatkan nilai diri. Ia juga melihat potensi besar sinergi antara komunitas kreatif dengan sektor pariwisata Lombok.

Ke depan, ia berharap adanya dukungan lebih dari pemerintah dan sektor swasta dalam menyediakan ruang publik kreatif yang representatif bagi pengembangan bakat generasi muda.

“Potensi anak muda Lombok Timur sangat besar, hanya butuh ruang dan kesempatan untuk berkembang,” pungkasnya.(*)