Acara reuni alumni SMAN 1 Selong angkatan 1989 yang digelar Sabtu malam (25/7).

Dimensintb.com, Lombok Timur – Semangat mempererat tali silaturahmi menjadi ruh utama pelaksanaan reuni alumni SMAN 1 Selong angkatan 1989 yang digelar Sabtu malam (25/7). Di usia rata-rata 56 tahun, para alumni memaknai pertemuan tersebut bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan momentum memperkuat persaudaraan sekaligus merancang kontribusi nyata bagi masyarakat dan almamater.

Ketua panitia reuni, R. Poerbhana Eko Widianto, mengungkapkan kegiatan ini merupakan reuni ketujuh sejak pertama kali digelar pada 2010. Persiapan reuni sendiri telah dimulai sejak April 2026 melalui komunikasi intensif di grup alumni yang kini beranggotakan 126 orang atau sekitar 35 persen dari total lulusan angkatan tersebut.

“Dulu kami hanya teman satu sekolah, sekarang sudah seperti saudara. Kami sadar usia terus bertambah dan belum tentu kesempatan berkumpul seperti ini akan selalu ada,” ujarnya.

Ia menjelaskan, panitia berupaya menghadirkan reuni yang lebih berkesan dibandingkan sebelumnya tanpa membebani peserta. Berbagai ide dari alumni dihimpun dan diwujudkan dalam rangkaian kegiatan yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga sarat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah penyaluran bantuan Al-Qur’an kepada lembaga pendidikan keagamaan. Sebanyak 165 Al-Qur’an berhasil dihimpun dan disalurkan ke 15 pondok pesantren serta empat musala di wilayah Tetebatu, Kecamatan Sikur, sebelum acara puncak reuni dilaksanakan.

“Ide ini muncul dari salah satu alumni sebagai bentuk ikhtiar mencari keberkahan melalui silaturahmi yang diwujudkan dalam aksi nyata,” kata Eko.

Selain kegiatan sosial, suasana reuni juga diwarnai berbagai agenda yang mempererat keakraban, seperti tradisi tukar kado tanpa identitas pengirim. Seluruh peserta membawa hadiah yang dibungkus seragam, kemudian ditukar secara acak sehingga menciptakan suasana penuh kejutan dan keceriaan.

Keunikan lainnya terlihat dari kehadiran beragam kuliner khas daerah yang dibawa para alumni. Mengingat banyak di antara mereka kini menetap di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Kalimantan hingga Maluku, sajian makanan khas tersebut semakin menghangatkan suasana kebersamaan.

Rangkaian acara juga diisi dengan pemutaran dokumentasi masa sekolah, hiburan, bernyanyi bersama, serta pembagian doorprize yang dikemas secara interaktif. Sementara pada puncak kegiatan yang digelar Minggu, panitia menyiapkan fun game yang disesuaikan dengan usia peserta serta pelepasan balon helium sebagai simbol harapan dan kebersamaan.

Lebih dari sekadar nostalgia, reuni ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran alumni dalam mendukung kemajuan sekolah. Pada akhir kegiatan, dilakukan serah terima kepengurusan sebagai langkah regenerasi organisasi alumni ke depan.

“Kami ingin alumni tidak hanya berkumpul saat reuni, tetapi terus bersinergi membantu sekolah, seperti mendukung pembangunan masjid maupun memberikan beasiswa bagi siswa yang membutuhkan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, acara reuni berjalan dan akan berlangsung hingga besok dengan sejumlah acara yang sudah di siapkan.(*)