Dimensintb.com, Lombok Timur – PDAM Lombok Timur terus menunjukkan kinerja positif dalam pelayanan air bersih sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, menegaskan komitmen utama perusahaan adalah memberikan layanan air minum dan air bersih secara adil, merata, berkelanjutan, serta memenuhi standar kesehatan bagi masyarakat.

Dalam pemaparannya, Sopyan menyebutkan bahwa berdasarkan pemeriksaan Konsultan Akuntan Publik (KAP), PDAM Lombok Timur berhasil meraih opini “Wajar” sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP).

Tak hanya itu, hasil evaluasi BPKP Perwakilan NTB untuk tahun buku 2025 menempatkan kinerja perusahaan dalam kategori “Sehat” berdasarkan indikator BPPSPAM. Sementara itu, klasifikasi kinerja menurut Kepmendagri Nomor 47 Tahun 1999 berada pada kategori “Cukup”.

Capaian tersebut mengukuhkan posisi PDAM Lombok Timur sebagai PDAM terbaik kedua di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Dari sisi pelayanan, kepercayaan masyarakat terhadap PDAM Lombok Timur juga terus meningkat. Pada 2024 jumlah pelanggan tercatat sebanyak 29.036 sambungan rumah. Angka tersebut melonjak menjadi 36.339 pelanggan per 31 Desember 2025, atau bertambah 7.303 pelanggan dalam satu tahun.

Tren positif itu berlanjut hingga pertengahan 2026, dengan tambahan 5.059 pelanggan baru, sehingga total pelanggan yang dilayani saat ini mencapai 41.389 sambungan rumah.

Sementara itu, Dewan Pengawas PDAM Lombok Timur, H. Mulyadi, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengawasan sepanjang Tahun Anggaran 2025, seluruh kegiatan perusahaan dinilai berjalan cukup baik.

Menurutnya, kinerja di bidang perencanaan, teknik, administrasi keuangan hingga operasional telah sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta regulasi yang berlaku.

Ia pun berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, baik dalam penguatan regulasi maupun fasilitasi program kerja. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mengembangkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) agar mutu pelayanan kepada masyarakat terus meningkat.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Selong itu turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, mulai dari staf ahli bidang perekonomian dan pembangunan, asisten perekonomian, OPD terkait, hingga para direktur BUMD.