![]() |
| Ketua DPRD Lombok Timur, Muhammad Yusri. |
Dimensintb.com, Lombok Timur - Ketua DPRD Lombok Timur, Muhammad Yusri, meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur (Lotim) memperbaiki koordinasi internal menyusul polemik pernyataan salah satu Dewan Syar’i Baznas yang menyebut anggota DPRD tidak pernah membayar zakat.
Hal tersebut disampaikan M. Yusri usai rapat kerja DPRD bersama Baznas Lotim, Senin (13/7). Ia menilai persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi internal tanpa harus menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik.
“Kalau saya melihatnya itu karena kurang koordinasi. Mudah-mudahan ini menjadi evaluasi juga buat Baznas, jangan terulang lagi hal-hal seperti ini,” ujarnya.
Lebih jauh dijelaskan, DPRD sebelumnya telah mengundang Baznas untuk rapat kerja sejak tiga hari sebelum pernyataan tersebut mencuat. Agenda rapat membahas sejumlah kerja sama, termasuk penyesuaian mekanisme pembayaran zakat bagi anggota DPRD.
Namun, pernyataan yang disampaikan sehari sebelum rapat justru memicu polemik. Karena itu pihaknya mengaku kecewa karena hal tersebut dinilai mereduksi nama baik DPRD sebagai lembaga.
“Padahal kita ini sama-sama lembaga. Silakan dibicarakan. Duduk bersama seperti tadi kan adem semua, jadi bisa selesai,” katanya.
Meski demikian, Yusri menyebut persoalan tersebut telah diselesaikan secara baik-baik. Ketua Baznas Lotim, kata dia, telah menyampaikan permintaan maaf kepada DPRD dan mengakui pernyataan tersebut merupakan kekeliruan yang tidak direncanakan.
“Beliau sudah minta maaf kepada kita semua. Katanya kejadian kemarin itu murni kesalahan dan tidak pernah direncanakan. Ya sudahlah, semua sudah terjadi,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa anggota DPRD selama ini tetap menunaikan kewajiban zakat melalui mekanisme pemotongan penghasilan. Karena itu, DPRD meminta Baznas melakukan perhitungan ulang besaran zakat sesuai ketentuan nisab agar tidak terjadi perbedaan persepsi.
“Nanti kalau memang ada penyesuaian karena tambahan penghasilan yang masuk nisab, ya silakan saja. Kita terbuka,” tegasnya.
Selain itu, DPRD juga meminta Baznas memaparkan program yang telah berjalan serta rencana kerja ke depan. Menurutnya DPRD siap mendukung melalui fungsi penganggaran, pengawasan, dan legislasi agar program Baznas semakin optimal.
“Kita minta data program-program Baznas supaya kita juga bisa berkontribusi, baik dari sisi pengawasan, budgeting maupun regulasi. Ke depan kita ingin kerja sama yang lebih baik agar pelayanan kepada masyarakat juga semakin maksimal,” tandasnya. (*)

Comments
Post a Comment