Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Dimensintb.com, Lombok Timur – Rektor Universitas Hamzanwadi (UNHAM), Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menegaskan bahwa upaya pencegahan penyimpangan seksual harus dimulai sejak usia dini melalui pendidikan di lingkungan keluarga dan sekolah.

Pembentukan karakter dan pemahaman anak tidak dapat dilakukan secara instan. Proses tersebut membutuhkan waktu panjang karena sangat dipengaruhi oleh kebiasaan dan lingkungan tempat anak tumbuh.

“Persoalan seperti ini bukan persoalan mudah. Ini berkaitan dengan kebiasaan dan lingkungan. Karena itu harus dimulai dari keluarga, kemudian diperkuat melalui pendidikan,” ujarnya, Kamis (9/7).

Umi Rohmi menekankan bahwa tanggung jawab pencegahan tidak hanya berada di pundak pemerintah. Orang tua, guru, kepala sekolah, tokoh agama, hingga masyarakat luas harus mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Menurutnya, pendidikan sejak usia taman kanak-kanak menjadi tahap krusial untuk memberikan pemahaman dasar kepada anak, terutama terkait menjaga diri. Anak perlu mengenali identitas dirinya, memahami batasan tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain, serta memiliki keberanian untuk melindungi diri.

"Edukasi harus diberikan secara bertahap dan berkelanjutan hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan bekal itu, anak diharapkan mampu menghadapi berbagai pengaruh negatif, baik di lingkungan sekitar maupun di dunia digital," ungkapnya.

Selain itu, Ummi Rohmi juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan media sosial. Ia menilai kemajuan teknologi membuat anak semakin mudah mengakses berbagai konten, sehingga pendampingan keluarga menjadi sangat penting.

Di lingkungan kampus, pihak UNHAM telah menerapkan aturan tegas untuk menjaga keamanan dan kenyamanan. Kampus juga mengoptimalkan peran satuan tugas dalam menangani berbagai pelanggaran di lingkungan perguruan tinggi.

"Kita berharap seluruh elemen masyarakat dapat bergerak bersama dalam upaya pencegahan melalui edukasi sejak dini. Kita yakin, langkah itu akan lebih efektif jika dimulai dari lingkungan terkecil seperti keluarga, sekolah, dan komunitas, sebelum diperluas ke masyarakat secara umum," pungkasnya.(*)