![]() |
Dimensintb.com, Lombok Tengah - Bau sangit sisa kebakaran masih tercium tipis di udara Desa Adat Sade saat tim medis dari Klinik Nusa Medika tiba di lokasi, Rabu (26/9/2026). Di tengah puing-puing bangunan yang terdampak, warga mulai merasakan dampak kesehatan, terutama kelompok lanjut usia (lansia).
Kehadiran tim medis tersebut merupakan bagian dari respon cepat terhadap kondisi pascakebakaran yang tidak hanya merusak fisik bangunan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Klinik Nusa Medika, yang dikenal memiliki spesialisasi layanan di kawasan pariwisata internasional, menyatakan komitmennya untuk membantu pemulihan warga.
Dokter Klinik Nusa Medika, dr. Jhon Trafolta Silitonga, menegaskan bahwa kecepatan penanganan menjadi kunci dalam situasi darurat.
“Dalam situasi darurat, pertolongan medis harus hadir secepat mungkin. Kami datang bukan sekadar membawa obat, tetapi juga kepedulian agar warga bisa segera bangkit,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, tim menemukan adanya ancaman kesehatan yang tidak kasat mata, terutama dari sisa abu dan partikel mikro hasil kebakaran. Partikel tersebut berisiko tinggi mengganggu sistem pernapasan warga.
Kelompok lansia menjadi yang paling rentan terdampak. Selain berpotensi mengalami gangguan pernapasan seperti asma, mereka juga banyak mengeluhkan nyeri persendian akibat kelelahan dan kondisi cuaca pascakebakaran.
“Komplikasi yang paling menonjol adalah gangguan persendian pada lansia dan potensi gangguan pernapasan akibat menghirup partikel sisa kebakaran,” jelas Jhon.
Selain faktor polusi udara, kondisi pengungsian sementara dan aktivitas evakuasi turut memicu kambuhnya penyakit lama yang diderita warga.
Manajemen Klinik Nusa Medika, Erwin Hidayat, yang turut terjun langsung ke lokasi, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk panggilan kemanusiaan sekaligus tanggung jawab terhadap keberlangsungan destinasi wisata.
“Di mana ada bencana di destinasi wisata Lombok dan NTB, kami akan hadir. Ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga menjaga keberlangsungan pariwisata dan budaya,” katanya.
Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, tim medis memberikan layanan pengobatan gratis, konsultasi kesehatan, pembagian masker medis, serta terapi perawatan sendi bagi warga terdampak.
Erwin menambahkan, pihaknya ingin memastikan masyarakat Desa Sade mendapatkan penanganan dengan standar pelayanan yang optimal agar proses pemulihan dapat berjalan cepat.
Meski sejumlah rumah adat dan kain tenun khas terdampak kebakaran, semangat masyarakat Sade tetap terlihat kuat. Hal ini menjadi dorongan bagi tim medis untuk memberikan pelayanan maksimal.
Kehadiran tim medis di Desa Adat Sade menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga kesehatan masyarakat sebagai fondasi utama untuk bangkit kembali.
Dengan kondisi kesehatan yang terjaga, diharapkan masyarakat Sade dapat kembali menjalankan aktivitas serta menjaga warisan budaya yang menjadi daya tarik wisata Lombok.(*)

Comments
Post a Comment